Mat 10: 17-22
Bapa Surgawi, saat kami terus bersukacita atas kelahiran Putra-Mu, bacaan hari ini mengingatkan kami, bahwa pesan Natal melampaui palungan di Betlehem. Yesus, Sabda-Mu yang jadi manusia, datang ke dunia ini bukan hanya untuk membawa kedamaian, tapi juga untuk menantang dan mengubahnya. Dalam nama-Nya, kami dipanggil untuk jadi saksi, bahkan saat menghadapi pertentangan.
Tuhan Yesus, dalam Injil hari ini, Engkau mempersiapkan kami untuk menghadapi pencobaan yang akan kami hadapi sebagai murid-murid-Mu, tetapi Engkau juga memberi kami janji ini:
“Janganlah kuatir akan bagaimana engkau harus berbicara… Roh Bapamu akan berbicara melalui engkau” (Mat 10: 20).
Saat kami merenungkan keberanian Santo Stefanus, kami melihat janji ini terpenuhi. Hikmat dan kasih karunia Stefanus tidak datang dari dirinya sendiri, tetapi dari-Mu, Sang Terang Dunia.
Bahkan di saat-saat terakhirnya, ia menghadapi kebencian manusia, tatapan Stefanus tertuju pada-Mu, yang berdiri di sebelah kanan Bapa. Ia wartakan kemuliaan-Mu dan mempercayakan rohnya ke dalam tangan-Mu, seperti yang Engkau lakukan di kayu salib. Tuhan, semoga kami juga terus menatap-Mu, terutama di saat-saat pencobaan, karena kami tahu, bahwa kehadiran-Mu menopang kami.
Bapa, pengampunan Stefanus terhadap para penganiayanya mencerminkan belas kasihan tak terbatas yang dinyatakan dalam diri Putra-Mu. Seperti yang Yesus doakan dari kayu salib, “Bapa, ampunilah mereka,” Stefanus menggemakan doa ini bagi mereka yang telah membunuh-Nya. Kasih dan pengampunan yang sama ini, yang lahir di kandang Betlehem, bersinar sebagai hadiah terbesar bagi dunia.
Pada hari setelah Natal ini, kami memohon rahmat untuk hidup sebagai murid Kristus yang sejati, yang dipenuhi dengan keberanian dan kasih yang datang dari pengenalan akan Dia. Bantulah kami untuk percaya pada janji-Nya bahwa “Orang yang bertahan sampai akhir akan diselamatkan” (Mat 10: 22). Semoga sukacita kelahiran-Nya menguatkan kami untuk mewartakan nama-Nya dengan berani dan untuk memantulkan terang-Nya dalam semua yang kami lakukan.
Tuhan Yesus, Engkaulah alasan harapan kami dan sumber kekuatan kami. Saat kami mengenang martir pertama, kami diingatkan bahwa kedatangan-Mu mengubah segalanya. Engkau telah memanggil kami ke luar dari kegelapan menuju terang-Mu yang ajaib. Semoga hidup kami memuliakan-Mu, dan kasih-Mu mengubah dunia melalui kami.
Kami berdoa dalam nama-Mu yang Kudus, Tuhan Yesus Kristus, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dan Roh Kudus, satu Allah, selama-lamanya. Amin.
…
HD
(Bapak Herman Dominic dari Paroki Annunciation Church, Arcadia, di Keuskupan Agung Los Angeles, IC-ADLA).

