Simply da Flores
Misteri di Pelataran Betlehem
1.
Berkelana di malam sunyi sepi
tak ada listrik dan penghuni di sini
Kota ini masih ada kehidupan
namun tidak ada yang kukenal
dan jalanan diam tanpa kata
apalagi petunjuk untuk peristiwa hidup dan mati
“Aku belum pernah mengurus perempuan melahirkan
Apalagi saat malam sunyi dan di sebuah kandang hewan terpencil”
2.
Tega dan teganya engkau lelakikuโฆ
biarkan aku dipeluk gulita
relakan aku berbicara dengan gua kandang binatang
percayakan aku dijaga tempat makan hewan
Dan
seonggokan jerami kering diam membisu
Aku baru pertama akan melahirkan
di sini tak ada keluarga, bidan dan dokter
Haruskah di kandang hewan ini
Inikah kehendak-Mu yang mesti terjadi
Sedangkan ribuan bintang siap menari
diiringi nyanyian para malaikat Surgawi
3.
Kawanan domba gembalaan
terjaga dan berlari bersendau gurau
Padahalโฆ
biasanya tidur berselimut langit
setelah seharian menulis syair di rerumputan
Diantar tanya dan kebingungan
para gembala melangkah takjub
Mendengar pujian malaikat Surgawi
saksikan tarian bintang-bintang
Mereka digiring datang ke kandang gemerlap
Melihat Misteri Agung Sang Pencipta
“Sabda menjadi manusia dan terlahir di atas kepapaan insani
Sang Juru Selamat telah datang
tak ada bahasa manusia yang mampu kisahkan semuanya”
Seorang perempuan belia takjub ramah
didampingi sang tukang kayu yang diam seribu bahasa
4.
Hanya perempuan belia itu tersenyum
menatap ajaib Sang Maha Kasih menjelma
Hanya gadis sahaja itu pahami
Sang Maha Cinta berinkarnasi
Rahasia di dalam rahasia
Misteri di dalam misteri
Hanya iman yang menolong budi
indera insani tak mencukupi
“Aku ini hamba-Mu, ya Allah
Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu”
Pikir dan manusia sungguh terbatas
meski rasa ingin tahunya tanpa batas
Bagi manusia tak mungkin
apalagi masuk nalar dan dimengerti tuntas
Tetapiโฆ
tak mustahil bagi Sang Pencipta Maha Kuasa
tak masalah bagi Sang Maha Misteri
Tanya dan jawaban menyatu abadi
Fakta dan misteri berinkarnasi lestari
Manusia tetap jasmani dan rohani
diberkati sebagai citra Ilahi
5.
Mataku melihat bintang-bintang
terus bertaburan hingga malam ini
Tetapiโฆ
belum pernah ada yang mampu menghitung jumlahnya
seperti aku mencoba tahu jumlah rambut kepalaku
Domba, kambing, lembu dan sapi
sering kulihat dan pernah makan dagingnya
Tetapiโฆ
tak ada yang mau bercerita tentang bayi miskin papa itu
“Ya, Sang Maha Misteriโฆ
Mengapa memilih terlahir di kandang hina
Mengapa inilah Jalan Kebenarannya Hidup
Mengapa harus seorang gadis sahaja dari Nazareth
Mengapa sampai sekarang semakin banyak orang percaya pada bayi miskin papa itu”
6.
Mungkin jerami dan hamparan rumput di Betlehem
menyimpan kisah cerita para malaikat yang bernyanyi
Mungkin palungan kotor hina merekam peristiwa lahirnya Sang Juru Selamat
Tetapiโฆ.
mungkin semuanya lenyap digilas roda zaman
Mungkin juga sudah menjadi puing dan debu karena bom dan peluru selama perang Israel dan Palestina
Pada malam yang bertaburan bintang
Seribu tanya dan sejuta jawaban berpadu
Pada hamparan rerumputan hijau kuning
Ibu bumi merekam keajaiban semesta
agar bisa ceritakan pada angkasa raya
Pada rahasia ruang dan waktu
Putra-putri kehidupan berziarah kelana
memungut puing harapan dan serpihan damba
Agar bisa merajut makna
7.
Sering terlihat saat perayaan Natal
Entah di rumah keluarga Kristiani
Entah di tempat ibadah pengikut Yesus
Entah di tempat umum yang gemerlapan
Ada pohon cemara yang berkilau
Ada lampu warna-warni mempesona
Para kenal di toko sibuk melayani pembeli
Seniman terus berkreasi mencipta
semua bertemu pada angka dan kata
Bukan tentang bayi miskin papa
yang terlahir di kandang hina Betlehem
karena memang tidak dikenal dan bukan keluarga
Ada tanya yang terus mengusik
Antara kisah di kandang Betlehem dahulu dan peringatan Natal saat ini
Ada damba yang mengusik nalar dan rasa
Siapakah yang sesungguhnya dirayakan dengan Natal sekarang,
bayi miskin papa itu atau ilusi mimpi individu
Apakah 2000 tahun lalu di kandang Betlehem ada banyak pohon cemara
Apakah ada listrik dan lampu warna-warni di kandang kelahiran bayi miskin papa itu
Untuk apa dan siapakah Natal terus dirayakan?

