Kasih berjumpa dengan kasih: Persoalan itu bisa diselesaikan dengan baik. Tidak ada hati yang terluka. Karena setiap pribadi saling membuka hati, lalu hadirlah damai dan sukacita.
Kasih berjumpa dengan kasih: Pengampunan, itu yang pertama diberikan. Setiap kesalahan di masa lalu jadi pelajaran yang berharga. Setiap hati yang terluka harus segera disembuhkan. Setiap pribadi harus bisa saling berjabat tangan kembali.
Kasih berjumpa dengan kasih: Ada sukacita yang bisa dibagikan. Setiap orang mempunyai komitmen yang sama untuk menciptakan suasana dan kondisi yang bahagia. Datang selalu membawa cinta dan pergi juga dengan membagikan cinta. Sebab cinta dan sukacita itu telah dimiliki bersama. Sehingga kita bahagia, ketika melihat setiap orang bersukacita.
Kasih berjumpa dengan kasih: Ini buktinya: di mana saja, kita diterima dan tidak pernah jadi orang yang asing. Sebab, keterasingan itu sangat mengelisahkan. Mengapa?
Tidak ada yang mau menatap, tersenyum, membuka hati, dan tidak pernah dirasakan pancaran wajahnya yang ramah.
Keterasingan itu juga akan mengantar kita jadi kesepian.
Sangat berbeda, jika ada kasih. Karena membuat kita jadi ada, bergerak, dan hidup kembali.
Dari situlah kita bisa menemukan A, B dan mereka. Lalu terjalinlah cerita bersama yang tidak ada akhirnya dalam buku kehidupan ini.
Kasih berjumpa dengan kasih: Ada semangat yang bisa terus dipertahankan. Juga banyak hal yang tidak terduga dalam hidup ini: Misalnya, dari sebelumnya tidak saling berjumpa, lalu berjumpa: di suatu tempat. Kita bisa berbicara di waktu yang tidak terduga. Juga kita berjumpa, karena adanya jaringan media sosial, atau berkesempatan dalam suatu pelayanan.
Setiap perjumpaan itu mengesankan. Kita belajar jadi sahabat yang baik: Kamu menerimaku sebagai sahabatmu: makin hari kian dekat dan akrab. Setiap kali kita bisa saling menyemangati sebagai berkat yang diberikan oleh Tuhan.
Kasih itu harus berjumpa dengan kasih, supaya ada banyak kisah yang lebih indah lagi.
Sebab, saat kita merayakan Natal, apa yang kita lihat? “Kasih berjumpa dengan kasih.” Di situlah kita dikasihi oleh Tuhan dan kita mengasihi Tuhan. Amin.
“Kuberikan hatiku untuk mengasihi dan mengampuni dan kuulurkan tanganku untuk melayani.”
“Selamat Merayakan Hari Raya Natal.”
Rm. Petrus Santoso SCJ

