Fr. M. Christoforus, BHK
“Sebarkan cinta itu ke mana pun Anda pergi. Jangan biarkan seorang datang kepada Anda tanpa meninggalkan rasa lebih bahagia”
(Bunda Teresa)
Apa itu Energi Positif?
Energi positif adalah kekuatan hidup yang memperkuat koneksi manusia. Fenomena ini dikenal sebagai ‘beliotropic effect’, seperti tumbuhan yang secara alami tertarik pada matahari yang memberinya kehidupan. Begitu pula manusia akan meningkat energi kehidupannya, ketika berdekatan dengan energi positif, demikian Kim Cameron dari Universitas Michigan (AS).
Tulisan ini diturunkan, karena saya terinspirasi oleh sebuah tulisan dari harian Kompas, Sabtu, (21/12/2024) kolom Karier berjudul “Menularkan Energi Positif” oleh Eileen Rachman & Emilia Jakob.
Energi Vampires
Pernahkah Anda bertemu dengan seorang yang membuat Anda merasa kelelahan, setelah beberapa saat bersamanya? Bisa, karena keinginan mereka untuk terus jadi pusat perhatian atau sikap negatif yang disebarkan, demikian paragraf pertama dalam tulisan itu. Artinya energi itu seolah-olah menyedot energi kita. Begitu pula di saat kita bertemu dengan seorang yang membuat kita amat bersemangat, penuh energi, dan terinspirasi untuk melakukan yang terbaik.
Energi Positif itu Menyebar
Ternyata energi positif itu dapat menyebar melalui interaksi sosial, parilaku, dan tindakan nyata. Artinya makin banyak digunakan, kian kuat dampaknya. Energi ini kian berlipat ganda saat digunakan, karena si pemberi itu akan menerima pantulan kembali energi positif dari si penerimannya.
Pentingnya Energi Positif
Berbahagialah Anda, jika pemimpin, rekan kerja, atau anggota keluarga Anda mampu menyebarkan energi positif itu dalam relasi hidup harian. Karena betapa pentingnya kehadiran pribadi yang mampu bersimpati, berempati, dan berbela rasa itu. Mengapa? Bukankah dari saat ke saat kita selalu hadir dan ada bersama mereka? Karena energi positif itu justru berasal dari dalam diri kita. Sehingga amatlah penting, jika kita membiasakan diri dengan membangun budaya ‘Tiga S’ yakni senyum, sapa, dan salam.
Kita Pribadi yang Penuh Rahmat
Sejatinya, kitalah pribadi yang akan membagikan rahmat Allah (gratia Dei) kepada sesama lewat aneka perbuatan positif. Kita telah menerima rahmat dari Allah secara gratis agar dibagikan rahmat itu secara cuma-cuma pula. Sehingga si penerima kebaikan dari kita dapat memuji Allah sambil berkata, “syukur kepada Allah!” “Te Deum Laudamus” (Deo gratias).
“Sungguh, energi positif yang telah Anda sebarkan itu laksana tapak-tapak kaki sang kearifan yang terukir indah di atas pasir pantai kehidupan!”
Kediri, 24 Desember 2024

