“Nafasi hidup ini dengan semangat teladan Ibu agar anak-anak sukses dan bahagia.” -Mas Redjo
…
Sebelum Bapak berpulang, beliau berpesan dan menasihati saya untuk meneladani semangat hidup Ibu.
Sungguh, saya amat terinspirasi dan termotivasi dengan teladan hidup Ibu yang luar biasa itu.
Saya anak bungsu dari empat bersaudara dan dekat dengan Ibu. Karena ketiga kakak bersekolah dan kuliah di luar kota. Biasanya, mereka pulang seminggu sekali.
Kedekatan saya dengan Ibu terpatri dalam hidup keseharian, karena aktivitas Ibu terekam nyata, sejak bangun pagi hingga malam saat saya beranjak tidur.
Bagi kami, anak-anaknya, sosok Ibu itu luar biasa, pahlawan keluarga dan tanpa tanda jasa.
Semangat hidup yang saya pelajari dan teladani dari Ibu adalah semangat rela berkorban untuk keluarga, dan rendah hati.
Semangat berkorban Ibu itu tanpa pamrih. Karena sepanjang hidup Ibu hanya ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya.
Ibu adalah samudra kesabaran. Meski nakal dan berbuat salah, Ibu tidak pernah menyalahkan, apalagi menghukum kami. Kecuali sekadar mengingatkan dan menunjukkan hal yang kurang pantas atau buruk agar kami tidak melakukan kesalahan dan mengulanginya.
Ibu adalah samudra ketabahan. Ibu adalah pekerja keras yang tangguh. Dari bangun pagi, bahkan hingga larut malam. Semua itu dijalani Ibu demi kesejahteraan keluarga. Doa selalu didaraskan demi kesuksesan dan kebahagiaan anak-anaknya.
Ibu adalah samudra kerendahan hati. Ibu selalu mengutamakan dan mendahulukan kepentingan kami, ketimbang kepentingannya sendiri.
Ibu adalah samudra pengorbanan. Kendati anak-anaknya mapan, Ibu sekali memberi dan memberi pada kami. Jikapun diberi, Ibu selalu mengembalikan dalam bentuk lain pada anak-anak kami; cucunya.
Teladan Ibu yang bertumbuh subur dalam keluarga kami itu ternyata bersumber dari kekuatan devosi Ibu yang meneladani Bunda Maria, Ibu Tuhan Yesus. Ibu adalah anggota auksilier Legio Maria yang tugasnya setiap hari mendaraskan Doa Tesera.
Ibu menyimpan peristiwa hidup ini dalam hati dan merenungkannya untuk melihat serta memahami hikmat Tuhan.
Dari semangat keteladanan hidup Ibu, saya memahami, bahwa sukses dan bahagia orang itu tidak didasari jabatan, kekuasaan, atau timbunan materi. Tapi bahagia itu muncul dari semangat kerendahan hati untuk mengasihi sesamanya.
Bahagia, karena mengasihi ikhlas hati.
…
Mas Redjo

