Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau” (Luk 1: 35).
Malaikat Gabriel datang membawa pesan Tuhan kepada Maria, bahwa ia dipanggil untuk melahirkan Anak Allah yang Maha Tinggi. Dalam kerendahan hati, ketaatan, iman, dan cintanya kepada Tuhan, Maria tidak ragu sedikit pun untuk meng-iya-kan kehendak Tuhan ini. Namun, Maria juga melihat, bahwa keadaan dirinya yang belum menikah itu adalah hambatan besar untuk misinya melahirkan seorang anak. Maria tidak buta terhadap kerapuhan dirinya, namun ia tidak putus asa, tetap percaya, berharap, serta mengandalkan Tuhan, maka ia membawa dan mengungkapkan apa yang dianggapnya sebagai hambatan misinya itu kepada Tuhan apa adanya (ay. 34).
Tuhan, melalui malaikat menjanjikan, bahwa Roh Kudus dan kuasa-Nya akan menaunginya. Janji ini sudah terbukti, bukan? Walaupun pelaksanaan misinya sangat berat, penuh hambatan, namun Maria dimampukan untuk melaksanakannya, karena ia selalu meng-iyakan kehendak Tuhan dan berpaut pada-Nya.
Mungkin, dalam pelaksanaan misi yang Tuhan berikan kepada kita itu banyak persoalan berat, bahkan sepertinya tidak mungkin kita atasi, tapi tetaplah untuk menjawab: ya terhadap kehendak-Nya dan berpaut pada-Nya. Dia pasti membuka jalan bagi misi-Nya, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.
Peronia
Jumat, 20 Desember 2024
Hari Biasa Khusus Adven
Yes 7: 10-14 Mzm 24:1-6 Luk 1: 26-38
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

