Manusia itu tidak pernah berhenti mencari. Apa sebenarnya yang dicari?
Cukupkah …
Pergi ke tempat yang jauh, lalu berfoto di situ, dan setelah itu diposting. Apakah itu yang dicari?
Pergi ke acara-acara rohani, mendengarkan kata-kata rohani, lalu mendapat berkat. Apakah itu yang dicari?
Pergi berziarah ramai-ramai meninggalkan keluarga, lalu ikut saja selama acara berlangsung, yang penting ‘happy’. Apakah itu yang dicari?
Manusia yang mencari, apakah harus pergi? Bisakah manusia yang mencari itu duduk diam dalam hening dan menemukan apa yang dicari selama ini?
Jika yang dicari adalah kebahagiaan, maka harus dipastikan, bahwa selama ini hidupnya sudah bahagia?
Jika yang dicari adalah relasi dengan Tuhan secara intim, maka harus dipastikan, bahwa dia punya waktu dalam berdoa.
Jika yang dicari adalah rezeki (dan finansial), maka dia harus bekerja dengan tekun.
Tentu masih banyak daftarnya tentang apa yang dicari oleh manusia itu.
Aku yakin, sampai kapan pun, manusia akan terus mencari. Ya sudah, carilah sampai yang kamu cari itu kamu dapatkan dan memuaskanmu.
Tapi, kamu juga harus berani untuk berhenti mencari, sebab yang kamu miliki sudah cukup, tinggal dinikmati dan disyukuri.
Rm. Petrus Santoso SCJ
