“Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya” (Mat 1: 24a).
Yusuf adalah role model atau teladan bagi setiap umat Kristiani, karena ia setia dan taat kepada kehendak Allah. Dalam kegelisahan, kebingungan, dan kegalauanya, ia tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh gejolak emosinya. Ia tetap melindungi dan menghormati Maria, sebagai tunangannya. Ia tidak mengambil keputusannya dengan tergesa-gesa, tetapi mempertimbangkannya dan mengikutsertakan Tuhan guna mencari yang dikehendaki-Nya. Ia, seorang yang saleh, sederhana, dan tulus hati.
Yusuf berhasil membuktikan, bahwa ia pantas menjadi ayah Sang Juru Selamat Dunia, bukan karena ia hebat, kuat, kaya, terampil, rajin, dan cerdas, melainkan karena ‘kualitas pribadi’-nya.
Ketaatan dalam diam dan kepercayaannya kepada penyelenggaraan Allah sekalipun sulit, seperti, ketika ia bersama Maria dan Yesus harus menyingkir ke Mesir. Ia telah menjadi sandaran yang kokoh bagi Maria dan Yesus.
Yusuf menjadi teladan bagi kita di zaman now. Bukan mereka yang sarat dengan keluhan, permintaan dan tuntutannya kepada Allah untuk memuaskan diri sendiri. Melainkan Yusuf yang mengingatkan kita untuk hidup dalam kasih, kepercayaan dan pasrah kepada Allah dan tetap teguh sekalipun dalam lembah kekelaman.
Sr. M. Sesilia L, P. Karm
Rabu, 18 Desember 2024
Hari Biasa Khusus Adven
Yer 23: 5-8 Mzm 72: 2.12-13.18-19 Mat 1: 18-24
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

