“Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham” (Mat 1: 1).
Mungkin ada yang bosan membaca silsilah Yesus, tapi yang menarik adalah, karena dalam silsilah Yesus ada beberapa perempuan yang berasal dari non-Yahudi (Tamar, Rahab, Rut, Batsyeba). Hal ini suatu bukti, bahwa keselamatan itu bersifat untuk semua dan tidak untuk golongan tertentu.
Dalam silsilah Yesus, kita juga mendapati ‘para pendosa’, antara lain: Rahab, seorang perempuan sundal (bdk. Yos 2: 1). Benarlah sabda Yesus: “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat” (Luk 5: 32).
Kita melihat, bagaimana Yesus lahir dan wafat dalam kesengsaraan dan kehinaan bagi pandangan manusia; lahir di kandang dan dalam pengungsian, serta wafat di salib. Inilah kasih karunia Allah yang sesungguhnya bagi kita, masa penantian yang menghantar kita kepada pengenalan akan rencana keselamatan yang diberikan kepada kita.
Jangan berputus asa, apabila banyak hal yang seolah-olah membuat kita ‘gagal’ jadi pribadi yang baik. Letakkan pengharapan sejati kita hanya kepada Yesus, Sang Mesias, Juru Penyelamat. Karena tidak ada kata ‘gagal’ bagi orang yang memiliki pengharapan.
Sr. M. Marleine, P. Karm
Selasa, 17 Desember 2024
Hari Biasa Khusus Adven
Kej 49: 2.8-10 Mzm 72: 1.3-4.7-8.17 Mat 1: 1-17
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

