Serpihan Misteri Semesta – SMS. 11

Simply da Flores

Puing-Puing Rindu Damba

Udara panas membakar
Tetes-tetes air di muara hati
membasahi bibir kering
Dan
Aku melangkah mengejar ombak
di bibir samudra

Ketika kulihat bekas jejak di pasir
Ternyata sudah lenyap di sapu ombak
Pengalaman ditelan samudra
Kisah cerita suka duka
disimpan dalam rahim bumi

Batu karang sinis tersenyum
Melihat telapak kaki letihku
menyusuri lorong kampung desa hingga Metropolitan
Mengejar asa yang terbang
menari bersama waktu
Antara pasir pantai dan laut dalam
Antara rindu damba dan langkah mentari
Antara terang dan gelap

Pada segarnya muara sungai kecil
yang pertemukan rindu dan fakta
Kutunduk meneguk bening syair alam
Kubersimpuh di pelataran sanubari
Jiwaku mencium wajah langit
pasrahkan seluruh penat pribadi. “Aku hanya setitik debu di telapak kaki-Mu Maha Dasyat

Dan
sambil menggenggam sekeping rindu
kudaraskan sepotong doa
“Indah rencana-Mu Tuhan
Ajaib dan agung karya-Mu
Kepada-Mu aku bersimpuh bersujud
Kehendak-Mu terjadilah”

Ternyata…
Engkau hadir di sini dan di mana-mana
Rupanya…
Engkau tidak sulit dijumpai setiap pribadi
Engkau adalah desah nafasku
Engkau juga desir darahku

Engkau adalah debu tanah, kerikil dan bebatuan
Engkau juga ada di hamparan pasir pantai, ombak gelombang dan samudra
Engkau itu angkasa langit dan segala isinya

Engkau, ya Allah
ada dalam semua dan melampaui semua
Entah yang ada maupun yang tak terlihat
Entah yang kutahu maupun yang tak pernah kupahami

Dengan puing-puing rinduku
ku bersujud menciun wajah bumi
nyatakan terima kasih
Dengan serpihan dambaku
ku tengadah menatap langit
haturkan syukur hormat pada-Mu