“Untuk disadari dengan sadar sesadarnya, sejatinya anugerah Allah itu luar biasa!” -Mas Redjo
…
Tidak harus ngotot dan bingung jauh-jauh mencari, tapi yang utama adalah kita berani untuk melihat dengan hati. Di mulai dari hal yang remeh dan sederhana, bahkan semua kebutuhan kita telah disediakan oleh-Nya dan ada di sekitar kita untuk dikelola dengan bijak.
Kunci utamanya adalah tidak ada yang tersembunyi bagi pribadi yang rendah hati!
“Maha dahsyat dan luar biasa!”
Takjub, kagum, dan pujian kepada Tuhan Yang Maha Pencipta. Ketika saya membuka hati untuk merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan-Nya.
Dengan mengosongkan diri ini, ternyata saya melihat kekurangan dan kelemahan sendiri.
Mata batin saya serasa dicelekkan, sehingga saya jadi mudah melihat dan belajar dari hal-hal kecil dan sederhana di lingkungan sekitar. Pikiran dan hati saya diterangi oleh cahaya Ilahi dan kemurahan hati-Nya.
Saya terinspirasi dan termotivasi oleh seorang Bapak yang gigih menjajakan koran ke luar masuk kampung dengan sepeda mininya. Padahal usianya lebih dari 70an tahun. Selain ingin tetap sehat, ia juga ingin memenuhi kebutuhannya sendiri dan tidak bergantung pada anak-anaknya.
Seorang kakek buta bertongkat yang menjajakan kerupuk dengan langkah terseok-seok, karena stroke. Ia therapi jalan sambil berdagang.
Seorang Aki-aki penjaja bunga tabur di pasar RB. Ia menunggui dagangannya sambil membaca buku-buku rohani.
Juga seorang gadis anak tetangga, FN yang mengupload penjual pisang molen 7 rasa di gerbang PG itu jadi viral dan jualannya laris manis.
Ternyata dengan membuka hati dan bersikap merendah itu saya jadi mudah belajar dari hal-hal yang sederhana. Saya juga tidak merasa digurui dan malu untuk belajar dari mereka yang bersahaja. Sebaliknya makin termotivasi untuk makin menggali potensi diri.
“Mereka bisa, saya juga harus bisa.”
Saya ingin maju, mandiri, sukses, dan bahagia.
Niat ingsun.
…
Mas Redjo

