Lebih baik diam, jika yang kukatakan itu:
- tidak mendatangkan kedamaian.
- menimbulkan perpecahan.
- memecah-belah persatuan
- tidak mempererat persatuan dan persaudaraan.
Lebih baik diam:
- Sebab, jika aku nekat menulis dan mengatakannya serta hal itu tidak mendatangkan kebaikan, tapi hanya menimbulkan kemarahan dan akhirnya, aku dipermalukan diri sendiri.
- Lebih bijak, sebelum dituliskan dan dikatakan itu dikoreksi serta dipertimbangkan dulu. Jika kurang tepat, lebih baik tidak disampaikan secara terbuka, dan kita diam.
- Ketika kita tidak tahu informasinya secara jelas dan benar, tidak seharusnya kita mudah menilai, menyalahkan, atau menghakimi orang lain. Lebih baik diam dan tidak asal bicara agar kita tidak bertindak salah, dan permalukan diri sendiri.
Sejatinya, situasi itu kadang menuntut kita untuk diam. Jangan merasa tersiksa, ketika diminta untuk diam sejenak. Karena diam itu tidak akan ‘membunuh’, tetapi akan membantu kita untuk bisa berpikir jernih dalam kebeningan nurani. Sebab dalam diam itu kita bisa merasakan hal yang terjadi sesungguhnya. Tapi benar, banyak orang yang gelisah dalam keadaan harus diam, karena dia suka bicara dan ngoceh tak keruan.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

