“Sebab Aku ini, Tuhan, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau” (Yes 41: 13).
Pada suatu ketika seorang Ibu mengajak anaknya ke tempat bermain. Sesampainya di sana anak itu sangat gembira dan berusaha melepaskan genggaman tangan Ibunya.
Ketika sedang asyik bermain, anak itu tersadar, bahwa ia tidak lagi melihat Ibunya. Ia mulai gelisah dan menangis. Akhirnya, Ibunya menemukannya kembali.
Hal semacam ini juga sering terjadi dalam kehidupan kita. Kita ingin berjalan seturut kehendak kita sendiri. Kita ingin melepaskan genggaman tangan Tuhan (kehendak Tuhan) sampai akhirnya kita terjatuh dan tersesat.
Meskipun demikian, Tuhan tidak melepaskan kita. Pandangan matanya selalu terarah kepada kita. Ketika kita terjatuh dan tersesat, dengan segera ia menolong kita. “Sebab Aku ini, Tuhan, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”
Pertanyaannya ialah, “Maukah saya ditolong oleh Tuhan? Percayakah saya, bahwa Tuhan sanggup menolong saya? Percayakah saya, bahwa Tuhan mau menolong saya?”
Tuhan, jangan biarkan aku terpisah dari pada-Mu…
…
Sr. M. Anita, P. Karm
Kamis 12 Des 2024
Hari Biasa Pekan II Adven
Yes 41:13-20 Mzm 145:9-13 Mat 11:11-15
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

