“Masa depan anak itu harus lebih baik dibandingkan orangtua agar perjuangan dan pengorbanan mereka tidak sia-sia.” -Mas Redjo
…
Begitu pula dengan semangat pengorbanan Tuhan Yesus yang disalib: “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yohanes 15: 13).
Ketika kita percaya dan mengimani Tuhan Yesus, kita harus memiliki komitmen: hidup makin baik dan berkenan bagi kemuliaan-Nya!
Karena tidak mau mengecewakan harapan orangtua, saya harus berjuang untuk mandiri, sukses, dan jadi kebanggaan mereka.
Karena tidak mau mengecewakan Tuhan Yesus, saya meneladani dan mengaktualisasikan hidup-Nya dalam keseharian. Hidup sebagai saluran berkat-Nya.
Dengan semangat pertobatan, saya hidup untuk menyangkal diri, memanggul salib, dan mengikuti-Nya (Mat 16: 24-27).
Sejatinya, hidup bakti, baik kepada orangtua dan Tuhan Yesus itu harus memacu kita untuk jadi pribadi yang berkualitas dari hari ke hari. Berjuang untuk terus bertumbuh kembang dan berbuah dalam kelimpahan kasih-Nya.
Hidup kita adalah cerminan kasih Tuhan Yesus. Ikhlas berkorban, karena kita mengimani-Nya.
…
Mas Redjo

