Luk. 1: 26-38
“Tak mungkin Allah membiarkan Putra-Nya dikandung dan dilahirkan oleh sebuah rahim yang berlumuran dosa.”
…
Sama seperti kehamilannya adalah sebuah kemustahilan bagi manusia, tapi tidak bagi Allah. Demikian pula ketidakberdosaan Santa Maria dimungkinkan, karena perbuatan Allah yang besar dan dahsyat terjadi padanya. Maka Allah meneguhkan: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kau lahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” (ayat 35).
Maka jawaban Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu” (ayat 38), bukan jadi awal dari kekudusan Maria, melainkan kesiap-sediaan Maria untuk diproses oleh Allah sesuai dengan kehendak-Nya.
Karena itu, kita semua diingatkan untuk:
- 1) Jadi kudus itu bukan hal yang mustahil, karena sesungguhnya hanya sebuah pilihan sadar dari mereka yang berniat jadi kudus seperti Santo dan Santa dalam Gereja;
- 2) Sesaat, ketika kita memilih untuk hidup suci maka saat itulah Allah akan memakai kita secara ajaib dan mengherankan;
- 3) Bila kita berkehendak untuk jadi kudus, maka Roh Kudus pasti akan membantu menjaga dan melindungi kita di jalan kekudusan itu.
Akhirnya, bila kekudusan adalah syarat mutlak untuk masuk Surga, kenapa Anda tidak mau memilihnya? Ingat bagi Allah tidak ada kata terlambat bagi mereka yang ingin dan mempunyai kehendak kuat untuk jadi kudus seperti Bunda Maria.
…
Monsignor RD Inno Ngutra

