Simply da Flores
…
Di Trotoar Metropolitan
Jejak langkah mimpi lalu lalang di wajah trotoar
siang dan malam hilir mudik
Seperti berlomba dengan gelombang data
yang tak henti menerjang layar digital
dengan jutaan ekspresi wajah dan gaya
Ada pemulung yang tersenyum
pada keadilan yang terkapar
Ada gelandangan yang terbahak
pada kemanusiaan yang diinjak antara debu kota
Para petugas kebersihan kota
sibuk lakukan tugasnya
demi piring rezeki keluarga
sambil tinggalkan jejak suka duka
pada wajah trotoar Metropolitan
Memang sampah terus dibersihkan
namun produksinya tak pernah terhenti
karena kehidupan adalah ladang sampah semesta
yang juga penuh tanya dan makna
Seorang perempuan menyusuri trotoar
diterpa gemerlap lampu warna-warni
Menuliskan rindu damba pribadi
dengan gerak tari gemulai
Mungkin jemarinya melihat jutaan jejak kaki
yang bercerita tentang sejarah yang terlupakan
Darah, air mata, dan ratap tangis
yang menopang gemerlap Metropolitan
menjulang meraih angkasa hasrat
dalam misteri dan paradoks
Di trotoar Metropolitan ini
telah menjadi seperti panggung
siang malam dipentaskan aneka sandiwara
Setiap hari dilukis deru debu perjuangan
Sepanjang waktu ditulis sejarah tanya kodrati
Manusia terus mengejar bayangan diri
insan selalu mengejar jawaban hakiki
di hadapan Sang Tanya Abadi
“Siapakah aku ini dan apakah makna kehidupan ini”

