Fr. M. Christoforus, BHK
“Aku mencari jiwaku, tapi tak kutemukan jiwaku.
Aku mencari Tuhan, tetapi Dia menghindar dariku. Ketika aku mencari sesamaku, aku malah menemukan ketiga-tiganya.”
(Hukum Cinta Kasih)
…
Abou Ben Adhem
Saat itu Tuan Abou Ben Adhem sedang terkelap. Namun seketika dia terbangun oleh silau cahaya yang sangat terang dalam kamarnya.
Ia tersentak saat melihat seorang Malaikat sedang asyik menulis dalam sebuah buku emas. Abou lalu bertanya, “Sedang menulis apa?”
Malaikat itu menjawab, “Aku sedang menulis nama semua orang yang mencintai Tuhan.” Abou pun bertanya, “Nama saya jugakah?”
Malaikat itu menggelengkan kepala. Sahutnya, “Maaf, namamu tidak ada di sini.”
Kemudian Abou berkata, “Kalau begitu, saya mohon, tuliskan nama saya sebagai orang yang mengasihi sesama manusia.” Malaikat itu segera menulis lalu menghilang.
Malam berikutnya, Malaikat itu datang lagi dengan gegap gempita. Dia membawa, buku emas itu lagi.
Ternyata, nama pertama yang tertulis ialah Abou Ben Adhem!
Stevie Kleden Beetz
(Cerita Kecil Saja)
Hukum Kasih
Yesus, Sang Guru Agung kita telah mengajarkan hukum kasih, “Cintailah Tuhan Allahmu dengan segenap hati dan dengan segenap budimu. Yang kedua, yang sama dengan itu, cintailah sesamamu manusia, seperti engkau mencintai dirimu sendiri.”
Dalam konteks agung ini, Abou Ben Adhem justru sangat berjasa bagi kita. Karena dia telah mengajari kita tentang betapa luhurnya, jika kita dapat mengasihi sesama manusia.
Hal ini pun dapat dibuktikan lewat kisah rohani ini, bahwa ketika Malaikat itu datang kembali, justru nama paling pertama yang tertulis di dalam buku emas kehidupan itu ialah Abou Ben Adhem.
Mari Kasihi Sesama Kita
Mengapa? Bukankah dia adalah pribadi terulung sebagai pencinta sesama manusia?
Mari kita sejenak merenung, bahwa “mana mungkin kita mengatakan,
bahwa kita mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan, namun mengabaikan sesama di dekat kita!”
“Verba Docent, Exempla Trahunt,“
“Kata-kata mengajarkan, tetapi suri teladan lebih menggairahkan” demikian makna agung dari adagium berbahasa Latin di atas.
Ternyata ajaran tentang mengasihi sasama itu sangat mendasar dan konkret. Karena bukankah keberadaan dan kehadiran sesama manusia itu adalah sebuah realitas?
Masih ingatkah dengan kisah kasih “Orang Samaria yang penyayang?”
Semoga,
sepotong nama kita pun tercatat di sana!
…
Kediri, 8 Desember 2024

