Bagian 136
Musim Natal, yang dimulai pada tanggal 25 Desember dan berlanjut hingga Pesta Pembaptisan Tuhan, adalah waktu untuk merenungkan misteri Penjelmaan dan makna kelahiran Kristus. Katekismus menekankan pentingnya musim ini dalam kehidupan Gereja dan umat beriman.
Signifikansi Liturgi: Katekismus menyoroti, bahwa tahun liturgi disusun berdasarkan peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah keselamatan, dan Natal adalah salah satu hari raya utama yang dirayakan dalam kerangka kerja ini. Paragraf 1171 menyatakan, “Gereja merayakan peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah keselamatan dalam tahun liturgi.” Hal ini mencakup berbagai praktik liturgi, seperti Misa Malam Natal, Misa Tengah Malam, dan Misa Siang Hari, yang menawarkan kesempatan bagi umat beriman untuk terlibat dengan misteri kelahiran Kristus.
Refleksi Teologis: Katekismus membahas pentingnya Inkarnasi dalam paragraf 461-463, yang menekankan, bahwa Sabda jadi manusia untuk membawa manusia ke dalam persekutuan dengan Allah. Refleksi teologis ini merupakan inti dari perayaan Natal, karena mengundang orang-orang percaya untuk merenungkan misteri yang mendalam tentang Allah yang jadi manusia demi keselamatan.
Persiapan Rohani: Masa menjelang Natal, yang dikenal sebagai masa Adven, merupakan masa persiapan untuk perayaan kelahiran Kristus. Katekismus mendorong umat beriman untuk terlibat dalam doa, refleksi, dan tindakan amal selama masa ini, menumbuhkan semangat antisipasi dan kesiapan untuk kedatangan Tuhan.
Untuk pemahaman yang lebih dalam, seorang dapat merujuk pada Katekismus Gereja Katolik, khususnya paragraf 1171 dan 461-463.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

