“Percaya diri itu baik. Tapi terlalu mengandalkan kemampuan sendiri itu sombong. Bijak dan percaya diri itu, jika kita mengandalkan Tuhan agar rendah hati dan bahagia.” -Mas Redjo
…
“Di atas langit masih ada langit.” Membanggakan diri, karena merasa mumpuni ketimbang orang lain itu sombong dan tidak ada gunanya. Merentang jarak hubungan, bahkan bisa juga menimbulkan sikap alergi dan antipati.
Jangan miliki anggapan, bahwa kita mau dan mampu, lalu mengerjakan semua itu sendiri. Sekaligus ingin menunjukkan jatidiri ‘ben-diarani’.
Coba dibandingkan untuk dilihat dan direnungkan hasilnya.
Ketika semua itu ditangani sendiri, dibandingkan, jika kita bersatu dan kompak bersinergi untuk dikerjakan bersama-sama dengan orang lain. Hasil capaiannya dijamin jauh lebih dahsyat melampaui yang bekerja sendirian.
Tidak hanya itu. Bekerja sendiri itu juga menguras energi, capai, dan melelahkan. Meski hasilnya untuk dan dinikmati sendiri.
Padahal sukses untuk diri sendiri itu egois, ketika tidak dibagikan pada orang lain agar dinikmati bersama.
Berbeda halnya dan hasilnya, ketika kita bekerja dengan cerdas.
Dengan kompak bersinergi dan dikoordinasi baik, pekerjaan atau proyek yang berat serta sulit itu jadi cepat diselesaikan. Selain tugas itu jadi lebih ringan, mudah, dan hemat waktu.
Sadar dengan keterbatasan sendiri itu bijak dan rendah hati.
Percaya diri untuk mengandalkan Tuhan itu anugerah-Nya.
Saatnya, kita bekerja dengan cerdas. Kompak bersinergi untuk menikmati sukses dan kebahagiaan itu bersama-sama dengan sahabat tercinta.
Tetaplah bijak dan rendah hati. Semoga hidup kita jadi sumber inspirasi dan bermakna.
…
Mas Redjo

