Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Teruslah melangkah, meski perlahan. Langkah-langkah kecil yang terus menerus diayunkan akan mengantarkan kita pada tujuan.”
(Peribahasa Bangsa Kita)
…
Membaca Makna dari Jejak-jejak Kaki
Ada sebuah pernyataan (statemen) indah berupa sebuah filosofi hidup yang sarat makna, “Jejak-jejak kaki sang kebaikan sejati, akan tetap terukir indah di atas lautan pasir pantai kehidupan.”
Saya pernah menggumuli dan mencari makna sejati dari filosofi yang indah ini. Saya terus bertanya, apa sejatinya makna yang terkandung di dalamnya?
Benarkah, bahwa jejak-jejak kaki sang kebenaran dan kebaikan sejati itu tidak akan terkikis oleh derasnya arus zaman? Juga tidak akan terhapus oleh hempasan gelombang di bibir pantai?
Makna Simbolisasi
Jejak-jejak kaki itu adalah simbol atau tanda hidup yang telah dilalui yang bahkan terlupakan dan terkadang menfosil serta membekas dalam diri manusia.
Itulah tanda-tanda atau isyarat, bahwa seorang itu pernah meninggalkan bekas kaki pada kehidupan ini, yang sekaligus juga sebagai ekspresi sebuah ziarah atau sejarah personal.
Menyejarah dan Membudaya
Bahkan jejak-jejak itu dapat bermakna secara kultur (budaya) dan artistika (estetika) pula. Semisal pada jejak-jejak kaki manusia, itu juga sebagai bahasa simbol dalam sebuah lukisan. Hal itu sebagai ekspresi dari kekayaan budaya suatu bangsa. Atau juga pada warisan seni yang ditinggalkan, bukankah itu mengekspresikan kejatidirian warga masyarakat pada momen-momen yang lampau?
Konklusi
Ada pun makna umum sebagai spirit atau roh dari tulisan ini, bahwa lewat dinamika kehidupan ini akan mewariskan suatu peninggalan yang merupakan ekspresi dari sebuah anak zaman.
Itulah yang dinamakan sebagai jejak-jejak kaki yang ditinggalkan. Itulah sebuah warisan budaya.
Jika Anda bertanya tentang “siapakah sang dia itu?” Maka, cermatilah pada jejak-jejak kaki yang ditinggalkannya.
Itulah sebuah bayangan personalitas tentang ‘siapakah aku ini?’
…
Kediri, 29 November 2024

