“Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya” (Luk 21: 27).
Kebahagiaan dan penderitaan dalam hidup ini merupakan pilihan bebas manusia. Hanya dengan persiapan dalam kesadaran yang penuh kita dapat menghindari penderitaan. Kesiapan dalam hal apa? Berdoa dan senantiasa melaksanakan kehendak Tuhan.
Hari kiamat itu akan datang tiba-tiba, maka kita harus berjaga-jaga. Jika kita berada dalam situasi yang lalai, hari itu akan jadi hari yang suram bagi kehidupan kita. Karena kita akan menerima hukuman yang berat atas sikap keras kepala, keterikatan pada dosa, dan keengganan untuk bertobat. Sebaliknya, jika kita senantiasa berjaga-jaga, hari kiamat itu justru akan membahagiakan.
Firman Tuhan mengajak kita untuk mempersiapkan jiwa kita dengan layak melalui kesetiaan dalam mematuhi Firman-Nya dan melaksanakannya dengan penuh kasih. Kita perlu mengenali tanda-tanda zaman untuk memahami kehendak Tuhan. Kita harus bersiap untuk perjalanan menuju Tuhan melalui kematian dengan membawa bekal, seperti: kasih, belas kasihan, kebaikan hati, kelembutan, pengampunan, dan toleransi. Dengan demikian, kematian yang datang kepada kita akan jadi sukacita, bukan hukuman dan penderitaan.
…
Fr. Kamilus, CSE
Kamis, 28 November 2024
Why 18: 1-2.21-23; 19: 1-3.9 Mzm 100: 2-5; Luk 21: 20-28
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

