Titik kebahagiaan itu tidak mudah dicapai untuk beberapa orang. Mungkin juga untuk banyak orang.
Orang yang bahagia itu memang harus sudah selesai dengan dirinya sendiri. Jika belum selesai dengan dirinya sendiri, sampai kapan pun tidak akan pernah bisa berada pada titik bahagia itu.
Yang paling banyak itu orang yang berpura-pura bahagia. Kadang kasihan juga pada mereka. Bahagia yang dibuat-buat, berkamuflase, atau dipaksakan. Bahagia yang tidak mengungkapkan kebahagiaan yang sejati.
Maka, telusuri dan rasakan bahagiamu: baik jasmani dan rohani, bahkan secara spiritual yang dalam, sehingga bahagia kita terhubung dengan Yang Ilahi.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

