“Pekerjaan yang dilakukan dengan hati itu meringankan beban pikiran dan jiwa pun nyaman.” -Mas Redjo
…
Tidak ada kata bosan, lelah, dan apalagi stres. Ketika pekerjaan itu didasari cinta sebagai ungkapan syukur kita atas karunia kasih-Nya.
Kita berbagi pada sesama itu tidak sebatas dengan materi, tapi juga dari yang kita miliki. Memberi untuk menghadirkan kasih Tuhan dalam hidup keseharian.
Sebagai penulis, saya ingin berbagi lewat tulisan motivasi, inspirasi, dan hal-hal positif lainnya.
Anehnya, sejak semalam hingga tengah hari, saya belum mendapat ide menarik untuk dibagikan. Meski saya telah membaca KS, renungan rohani, dan artikel-artikel lain.
Saya serasa kehabisan ide, pikiran ini buntu, dan selalu gagal menulis setiap memulai. Meski ‘input’ cukup memadai, tapi tak ada ‘output’nya.
Saya lalu memandikan doggy dan berharap muncul ide menarik. Tapi gagal lagi. Apa yang harus ditulis untuk dibagikan?
“Tuhan, mohon maaf, hari ini saya belum bisa berbagi tulisan,” pikir saya menyesal.
“Itu penilaian dan menurut si Ego,” tegur nurani sendiri. Jernih, lembut, dan meluluhkan hati.
Dengan membaca KS, renungan rohani, atau khotbah itu kau telah memberi minum jiwamu.
Dengan meneruskan tulisan positif dan hal-hal baik itu berarti kau juga berbagi kebaikan dan tidak pelit waktu.
Dengan merawat hewan piaraan dengan baik itu berarti kau juga merawat jiwamu.
Sejatinya dengan berpikir, berbagi, dan berperilaku baik itu kita juga berbagi dan menjaga jiwa sendiri agar senantiasa sehat dan bahagia.
“Janganlah kamu lupa berbuat baik dan membagikan apa yang kamu miliki, karena kurban seperti itulah yang menyenangkan Allah” (Ibrani 13: 16).
…
Mas Redjo

