“Diremehkan tidak membuat kita jadi kecil, dan dikecilkan tidak kehilangan arti. Pejuang tangguh itu lindap dalam kerendahan hati.” -Mas Redjo
…
Tidak merasa terhina, tapi sadar diri agar saya berubah untuk berjuang pantang menyerah dan mandiri.
Hal itu yang saya lakukan, ketika diremehkan dan direndahkan oleh orang lain. Saya berjuang ingin sukses itu tidak untuk diakui atau menunjukkan jatidiri, tapi sebagai pertanggungjawaban saya kepada Tuhan yang anugerahi hidup ini.
Sejatinya kita ini kaya raya, sedang orang yang miskin itu adalah mereka yang malas belajar dan bekerja!
Karena ingin hidup mapan finansial dan sehat lahir batin, saya tidak pernah memilih-milih pekerjaan, asalkan itu halal, jujur, dan tidak merugikan orang lain.
Dulu, saya senang bekerja di bidang kesenian seperti menulis fiksi atau artikel. Kini, menyukai seni berbisnis dan mengelola keuangan. Menyimpang? Tidak, karena semua berkaitan dengan seni dan untuk berbagi pada sesama.
Selalu berorientasi untuk menggali potensi diri membuat saya berjuang pantang menyerah, meskipun dalam sikon yang berat dan sulit.
Modal utama saya adalah selalu membiasakan diri bersikap tenang, berpikir jernih, dan mengandalkan Tuhan.
Hasilnya adalah saya tidak pernah kehabisan ide bekreasi, berinovasi, dan berbagi. Sehingga, seberat dan sesulit apa pun persoalan dan tantangan hidup ini, saya dapat mengatasi dan menyelesaikan semua itu dengan baik.
Untuk sukses finansial dan sehat lahir batin itu saya menerapkan pola hidup sederhana untuk selalu memiskinkan diri di hadapan Tuhan (Matius 5: 3-12).
Makin rendah hati, kian bahagia.
…
Mas Redjo

