Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Ada lima buah bola yang selalu kita mainkan sepanjang hidup kita.”
(Didaktika Hidup Sadar)
…
Manusia dan Hidupnya
Hidup dan kehidupan manusia, memang memiliki rencana serta tujuan. Karena sejatinya proses hidup itu bukanlah hanya sebuah kebetulan. Bahkan hidup itu merupakan sebuah rahmat dan karunia, bukan?
Sebagai makhluk sosial dan individual, manusia membutuh perhatian dan kasih sayang dari sesamanya.
Karena itu dapat hidup layak, maka manusia itu membutuhkan pekerjaan, relasi personal dan komunal dengan orang lain.
Juga sebagai makhluk rohani, manusia itu tidak dapat hidup tanpa berelasi erat dan keterikatan secara rohani dengan Sang Penciptanya.
Kelima Buah Bola itu
Ternyata ada ‘lima buah bola’ yang selalu kita mainkan di sepanjang hidup di bumi maya ini.
- Bola keluarga
- Bola sahabat
- Bola kesehatan
- Bola pekerjaan/karya
- Bola rohani
Rm. Jerry M. Orbos, SVD
(Berhenti Sejenak Bersama Tuhan)
Sejatinya kelima buah bola itu yang selalu dimainkan setiap hari di sepanjang hidup kita.
Keluarga
Bukankah kita semua berasal dari sebuah keluarga? Keluarga sebagai tempat utama dan pertama seorang anak manusia mengawali, memroses, serta mengakhiri seluruh kisah hidupnya. Sebuah dunia kecil bagi Anda dan saya.
Sahabat
Sebagai makhluk sosial, biasanya sejak balita manusia itu sudah memiliki keterikatan dan ketertarikan secara naluariah untuk bersahabat dengan orang lain. Di sana tempat si anak mulai belajar berelasi dengan sesamanya. Juga terjadi sebuah keterikatan sebagai sebuah ‘peer group’.
Kesehatan
Tanpa aspek kesehatan seorang manusia tidak dapat berbuat apa-apa dan apa pun. Sungguh, betapa pentingnya aspek kesehatan itu.
Pekerjaan/karya
Manusia dijuluki juga sebagai ‘homo laborans‘ (manusia sebagai makhluk yang bekerja). Lewat aspek bekerja, manusia itu manampilkan kualitas dirinya. Karena lewat proses bekerja itu dia akan makin bermakna.
Rohani
Manusia adalah makhluk jasmaniah sekaligus rohaniah. Dia, memiliki jiwa dan badan yang merupakan satu kesatuan utuh total. Maka, jiwa dan badan itu bukanlah dualisme.
Yang Rapuh dan yang Kokoh
Hendaklah dalam hidup ini, agar kita sungguh peduli dan sadar akan mana bola yang kokoh dan mana pula bola yang rapuh.
Ternyata dari kelima buah bola itu, hanya ‘bola pekerjaan yang terbuat dari bahan karet.’ Sedangkan ‘keempat bola lainnya, justru terbuat dari bahan kaca.’
Untuk itu, manusia perlu menyadari akan kerapuhan dari keempat bola itu. Mereka mudah pecah agar diberi perhatian ekstra.
Sadari, bahwa semua aspek yang mendukung kehidupan manusia itu memang penting. Namun sadari pula, bahwa ada aspek yang lebih penting dan yang diutamakan.
Maka di dalam ajang permainan hidup riil ini, bola manakah yang berbahan dasar kaca?
…
Kediri, 26 November 2024

