Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Betapa Luhurnya Nilai suatu Perjuangan dalam Hidup.”
(Didaktika Hidup Sejati)
…
Sebuah ‘truk tua’ alias prahoto adalah sejenis kendaraan beroda empat atau lebih yang biasa digunakan untuk mengangkut barang.
Membangun Imajinasi Auditif
Pernahkah di suatu malam nan sunyi, Anda sempat mendengar deru raungan bunyi sebuah truk tua di saat truk itu sedang mendaki sebuah tanjakan berkelok?
Mungkin saja akan terbangun sebuah perasaan haru atau kasihan Anda kepada truk tua itu. Karena Anda seolah-olah sedang turut merasakan pahit getirnya lewat pendengaran Anda.
Dirasakan dan dihayati seolah-olah ada jeritan serta raungan bagaikan sebuah teriakan minta tolong, karena beban berat yang dipikulkan (dimuatkan) kepadanya.
Analogi: Anda dan Truk Tua
Tulisan ini berupa sebuah ‘analogi’ imajiner di antara Anda, selaku seorang manusia (benda hidup), versus sebuah truk tua, sebagai sebuah (benda mati).
Anda Versus Truk Tua
Siapakah sejatinya Anda, sebagai manusia? Siapakah pula sejatinya sebuah truk tua, selalu benda mati?
Deskripsi tentang perbedaan (versus) antar keduanya!
- Anda, seorang anak manusia. Makhluk ciptaan yang termulia, bahkan dijuluki sebagai mahkota dari segala ciptaan. Mengapa? Anda pun diciptakan secitra dan serupa dengan gambar Allah serta dikaruniai akal budi. Anda dididik dan dibina lewat bangku pendidikan serta diperlakukan layaknya seorang anak manusia.
- Truk tua, alias prahoto: sejenis benda mati. Sebagai benda mati, sebuah truk tua itu tidak berkesadaran dan tidak pula berpengetahuan.
Fungsi serta Nilai Juang
Adalah sebuah fakta riil, bahwa sungguh tidaklah ideal dan berimbang, jika membandingkan antara fungsi seorang anak manusia dengan sebuah truk tua yang adalah benda mati.
Namun aspek-aspek yang hendak ditonjolkan lewat analogi ini lebih bersifat filosofis dan refleksi.
Jika manusia ini sungguh-sungguh mau merefleksikan eksistensi (keberadaan) dirinya yang memiliki segudang keunggulan, dibandingkan dengan sebuah truk tua, maka sesungguhnya, kualitas seorang manusia itu idealnya harus melampaui kualitas sebuah truk tua.
Sungguh ironis, jika ternyata di dalam arena hidup ini, seorang manusia sebagai makhluk yang berakal budi, justru tampil ogah-ogahan, bersikap masa bodoh, suka menghindari tugas, dan bermalas-malasan?
Sebaliknya, sebuah truk tua yang hanyalah benda mati, justru kehadirannya sungguh berguna bagi manusia.
Bukankah sebuah truk tua selalu rela untuk memikul beban berat tanpa menolak dan tidak juga merasa dirinya paling berjasa?
Sebuah truk tua yang tak berakal budi, justru hadir dan sangat berfaedah bagi kehidupan umat manusia.
Membangun Kesadaran Diri
Semoga amanat secara implisit dari roh tulisan ini membuat kita menyadari dan menjiwai akan berbagai aspek keunggulan diri kita.
Bukankah hanya kepada manusia, Tuhan memberikan tugas untuk menguasai dan membangun kehidupan ini?
“Jika aku sungguh-sungguh mau hidup dengan berendah hati, aku pun hanyalah sebuah truk tua juga!”
…
Kediri, 21 November 2024

