Sering kali, kesan yang tertinggal di hati orang lain justru datang dari hal-hal sederhana yang kita tunjukkan sehari-hari dan yang bahkan tidak kita ingat lagi.
Suatu hari, keponakan saya cerita: “Dalam sambutan, Uskup Agung tadi bercerita, bahwa pernah menerima baju batik dari Gurunya, ketika SMA.” Beliau adalah salah satu alumni SMA itu. Sederhana, tapi kesannya bisa sangat lama tersimpan dalam dihatinya. Yang memberi pun sudah tidak ingat lagi kapan memberi, diingat-ingat pun tidak muncul.
Orang sederhana menjalani hidupnya tidak rumit dan ruwet, mudah berterima kasih dan puas dalam hal-hal kecil. Mereka memiliki rutinitas yang sehat, lingkungan sosial yang kuat, tidak ada drama, dan sedikit saja hartanya.
Orang sederhana tidak terjebak dalam persaingan atau kepongahan, tapi menempatkan nilai pada hubungan yang kuat dengan keluarga, teman, guru dan lingkungan mereka.
Salam kebajikan.
…
Jlitheng

