Bagian 129
Dalam konteks Gereja Katolik, peran diakon diartikulasikan dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK). Diakon adalah para pemangku jawatan yang ditahbiskan yang melayani Gereja dalam berbagai kapasitas, terutama melalui pelayanan sabda, altar, dan derma.
Katekismus menjelaskan, bahwa sakramen Tahbisan Kudus memiliki tiga tingkatan: episkopat (Uskup), presbiterat (Imam), dan diakonat (Diaken). Diakon secara khusus ditahbiskan untuk melayani Gereja dan membantu para Uskup dan Imam dalam tanggung jawab pastoral dan liturgi mereka.
Menurut KGK 1570, “Diakonat adalah sebuah tingkatan sakramen Tahbisan Kudus, dan ditujukan untuk pelayanan. Diakon ditahbiskan tidak hanya untuk pelayanan firman, tapi juga untuk pelayanan liturgi dan cinta kasih.” Hal ini menyoroti, bahwa diakon memiliki peran yang unik di dalam Gereja yang mencakup fungsi-fungsi liturgis dan tindakan-tindakan amal, yang mencerminkan sifat hamba Kristus.
Lebih jauh lagi, Katekismus mencatat, bahwa para diaken dapat melakukan fungsi-fungsi sakramental tertentu. Sebagai contoh, mereka dapat membaptis, menjadi saksi pernikahan, dan memimpin upacara pemakaman (KGK 1571). Akan tetapi, mereka tidak dapat merayakan Ekaristi atau mendengarkan pengakuan dosa, yang disediakan untuk para Imam.
Dalam hal hubungan mereka dengan komunitas, Diaken dipanggil untuk menjadi tanda-tanda nyata dari pelayanan Kristus. KGK 1580 menyatakan, “Diakon mengambil bagian dalam misi Gereja dan dipanggil untuk melayani Gereja dalam pelayanan firman, liturgi, dan amal.” Hal ini mencerminkan peran integral yang Diakon mainkan dalam mengembangkan misi penginjilan dan pelayanan Gereja kepada orang lain.
Singkatnya, peran Diakon dalam Gereja Katolik memiliki banyak segi, yang melibatkan pelayanan dalam liturgi, khotbah, dan karya-karya amal, yang semuanya sangat penting bagi kehidupan Gereja. Diakonat adalah bagian penting dari struktur sakramental Gereja, yang menekankan panggilan untuk melayani orang lain dalam semangat Kristus.
Referensi:
Katekismus Gereja Katolik, 1570-1580.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

