Bagian 128
Di dalam Gereja Katolik, peran Imam merupakan bagian integral dari kehidupan Gereja dan ekonomi sakramentalnya. Para Imam adalah para pelayan yang ditahbiskan yang melayani di bawah otoritas para Uskup dan dipanggil untuk bertindak di dalam pribadi Kristus, khususnya dalam perayaan sakramen-sakramen.
Menurut Katekismus Gereja Katolik (KGK), Sakramen Imamat memberikan rahmat khusus yang memampukan para Imam untuk memenuhi pelayanan mereka. Sakramen ini merupakan kelanjutan dari imamat Kristus, karena para Imam dipandang sebagai rekan kerja dengan para Uskup mereka dalam misi Gereja. Katekismus menyatakan, “Dalam sakramen Imamat, misi yang dipercayakan oleh Kristus kepada para Rasul-Nya terus dilaksanakan di dalam Gereja hingga akhir zaman” (KGK 1536).
Para Imam memiliki peran yang unik dalam perayaan Ekaristi yang merupakan sumber dan puncak dari kehidupan Kristiani. Mereka diberi kuasa untuk menguduskan roti dan anggur, mengubahnya jadi Tubuh dan Darah Kristus selama Misa. Tindakan sakramental ini merupakan inti dari pelayanan mereka, karena tidak hanya menyehatkan umat beriman, tapi juga berfungsi sebagai sarana untuk menyatukan komunitas dalam ibadah. Katekismus menekankan hal ini dengan menyatakan, “Ekaristi adalah perayaan sakramental utama Gereja” (KGK 1324).
Selain fungsi-fungsi liturgis mereka, para Imam juga dipanggil untuk memberikan pelayanan pastoral dan bimbingan rohani kepada jemaat. Mereka bertanggung jawab untuk mengkhotbahkan firman Allah, mengelola sakramen-sakramen, dan memberikan nasihat kepada mereka yang membutuhkan. Katekismus menyoroti pentingnya peran Imam sebagai seorang guru, dengan menyatakan, “Imam adalah pelayan Sabda Allah” (KGK 1591).
Selain itu, kehidupan Imam ditandai dengan komitmen untuk hidup selibat, yang dipandang sebagai tanda dedikasi total kepada Kristus dan Gereja. Komitmen ini memungkinkan para Imam untuk melayani tanpa gangguan kewajiban keluarga, sehingga memungkinkan mereka untuk fokus sepenuhnya pada misi pastoral mereka (KGK 1579).
Singkatnya, imamat dalam Gereja Katolik adalah sebuah pelayanan vital yang mencakup perayaan sakramen-sakramen, khususnya Ekaristi, serta pengajaran, pelayanan pastoral, dan komitmen untuk hidup membujang.
Untuk perincian lebih lanjut, silakan merujuk pada paragraf-paragraf Katekismus: 1536, 1324, 1591, dan 1579.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

