“Orang sembrono itu bakal celaka. Orang yang ‘eling lan waspada’ itu dijauhkan dari celaka.” – Mas Redjo
…
Sejak semula diingatkan. Nasihat baik itu didengar dan dijalankan. Karena menyesal belakangan itu dan tiada guna.
Akhirnya peristiwa pahit itu terbukti. Dua tas pinggang sopir dan kernet yang ditinggal di jok mobil itu hilang digondol maling!
Ketika sopir dan kernet itu disidang, mereka jadi kelimpungan mencari alasan untuk pembenaran diri.
“Apa pun alasannya itu tidak bisa mengembalikan milik kaliyan. Apa sulit dan repotnya membawa tas?” kata saya jengkel. Saya senang, jika mereka diam, mengakui salah, dan mengambil hikmahnya.
Padahal, saya sudah berulang kali mengingatkan, agar mereka tidak meninggalkan barang berharga di dalam mobil, ketika menurunkan barang di tempat pelanggan. Juga termasuk di toko sendiri. Karena hal itu bakal memancing orang untuk berbuat jahat, dan maling.
Sopir dan kernet, selain kehilangan uang, KTP, SIM, STNK, dan juga kunci motor. Dengan kesembronoan itu, mereka harus pulang kampung untuk mengurus surat-surat, dan itu butuh biaya yang tidak sedikit pula.
Akibat kesembronoan mereka, saya juga mengalami kerugian. Karena saya tidak bisa mengirim barang ke pelanggan. Jikapun mengirim, saya harus menggunakan sopir pocokan (tembak), dan mengeluarkan biaya ekstra.
Saya juga bersyukur dan terima kasih pada pelanggan setia di Setu Bekasi, Mas BB yang membantu memberi e-tol dan uang jalan pada mereka. Karena uang di tas itu juga diambil pencoleng itu.
Rasa bersyukur yang lain adalah, karena tidak ada pelanggan yang membayar tunai. Sedang bon-bon kiriman barang hari itu tidak diambil pencoleng. Juga STNK mobil yang terselip di kantung kecil itu selamat.
Sedang yang membuat saya kheki dan jengkel adalah… pencoleng itu sempat-sempatnya menulis di buku bon mengucapkan: terima kasih!
Selalu bersyukur dan bersyukur tanpa libur.
…
Mas Redjo

