Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
…
“Seia Sekata Sejalan pun Setujuan.”
(Didaktik Hidup Bahagia)
…
“Hendaklah kalian dapat hidup rukun dan damai, seia dan sekata, sejalan pun setujuan, juga utuh menyatu ibarat keutuhan seikat sapu,” demikian sebuah himbauan agung yang senantiasa aktual.
Perjumpaan yang Membahagiakan
Berikut ini disajikan sebuah kisah paling interisan dan sarat makna hal perjumpaan antara si buta dan si lumpuh.
Orang Buta dan Orang Lumpuh
Suatu hari, terjadilah kebakaran api hebat di sebuah hutan. Di dalam sana terdapat seorang lumpuh dan seorang buta.
Keduanya akhirnya terjebak di dalam lautan api nan ganas membara itu. Tampak si buta malah berlari mendekati kobaran api itu. Di saat itu, si lumpuh mengingatkan si buta, agar dia tidak berlari ke arah sana.
“Jadi, saya harus berlari ke arah mana?” tanya si buta.
“Saya akan menunjukkan arah bagimu, asal kamu bersedia memanggul aku,” kata si lumpuh.
“Dari sana saya akan memberitahu kamu, ke arah mana kita harus berlari hingga kita tiba di kota,” seru si lumpuh.
Akhirnya mereka bersepakat, karena gagasan itu dianggap sebagai hal terbaik.
Maka, hingga kini keduanya selalu mudah untuk bekerja sama dan bersama-sama.
Willi Hoffsuemmer
(1500 Cerita Bermakna)
Kita pun si Buta dan si Lumpuh itu
Sesungguhnya kita adalah si lumpuh dan si buta itu. Tidak jarang pula, bahwa di dalam hidup yang keras dan menantang ini, kita terjebak serta terombang-ambing di dalam arus kobaran api zaman yang edan ini.
Kita pantas untuk bersujud syukur, jika kita ternyata di saat berada di dalam arus kobaran api zaman ini, masih mau bersama serta bersepakat untuk bekerja bersama.
Riil pula, sekalipun kita memang berbeda, tapi alangkah baiknya, jika kita dapat berjuang bersama.
Mengapa kita perlu bersikap berani, jujur, dan tulus untuk mengingatsatukan diri kita?
Sebuah jawaban yang paling telak justru, karena kita sadar, memang saling membutuhkan.
Dibutuhkan Sikap Berani, Jujur, dan Tulus
Hendaknya tuntunan mulia dari si buta dan si lumpuh ini sanggup menginspirasi serta menjiwai nurani kita untuk bersikap berani, jujur, dan tulus, bahwa hanya lewat gerbang kebersamaan, kita yang memang berbeda ini akan mampu ke luar dari kemelut panasnya kobaran api arus zaman.
“Amor Vincit Omnia“
(Cinta Mengalahkan Segalanya)
…
Kediri, 12 November 2024

