“Sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan” (Mrk 12: 43b).
…
Injil hari ini mengangkat kejadian seorang janda miskin yang memberi persembahan dengan jumlah sedikit. Jumlah ini nilainya sedikit dibandingkan jumlah persembahan beberapa orang kaya di Bait Allah. Memberi dari kelebihan itu tentu lebih mudah daripada memberi kepada orang lain di tengah situasi kekurangan. Meskipun ada juga orang yang berlebih, tapi tidak berbagi kepada sesama yang membutuhkannya.
Hal yang menarik adalah, bahwa tanpa didengar atau diketahui janda itu, Yesus yang terkesan dengan persembahan janda itu mengatakan kepada para murid, bahwa janda itu memberi dari kekurangannya, yaitu seluruh nafkahnya. Kerelaannya ini pasti membuat janda itu jadi lebih berkekurangan, demi kebaikan spiritual di Bait Allah. Kerelaannya untuk mengalami kekurangan secara perhitungan manusia, justru membuat hati Yesus tergerak. Tentu Allah yang baik akan mengganjar kemurahan hati janda itu.
Pemberian diri yang tulus demi kebaikan orang banyak tentu akan membuat hati Allah terenyuh memandang kebaikan kita. Berlatihlah untuk memberi yang terbaik bagi sesama dengan semangat memuliakan Allah.
…
Rm. Brendan, CSE
Minggu 10 Nov 2024
Hari Minggu Biasa XXXII
1Raj 17:10-16Mzm 146:7-10 Ibr 9:24-28 Mrk 12:38-44
Sumber:
Buku renungan harian “Sabda Kehidupan”
http://www.renunganpkarmcse.com

