Tulisan ini adalah wujud apresiasi untuk Korwil kami yang menggantikan dan yang digantikan. Ternyata, Korwil bersama Kaling telah memikul tugas pelayanan untuk lebih dari 800 jiwa umat. Membantu umat makin menguduskan diri, termasuk dirinya.
Apresiasiku tulus, otentik tanpa kosmetik segaris pun, mengingat tanggung jawab seberat itu dipikul bersamaan tugas mereka sebagai kepala keluarga. Bagaimana?
Apresiasi wujudnya bisa sangat sederhana, tetapi kuat dan otentik maknanya dan bebas dari bias-bias kosmetik. Dampaknya menembus waktu dan ruang. Contohnya seperti berikut ini:
“Terimalah Kitab Suci ini sebagai tanda terima kasih dari umat Paroki Sta. Bernadet, Ciledug, atas pengabdian anda di bidang pewartaan. Tuhan memberkati.”
Syalom dan Salam saya,
Jos Cobbe, CICM
Pastor Kepala Paroki.
(Tertulis di halaman pertama sebuah Kitab Suci)
Sebagai yang pernah menerima, saya merasa daya apresiasi itu abadi, tidak ada batas waktunya, mirip ‘falsafah suku Bugis-Makasar’ yang bunyi mottonya begini: “Kualleangi tallanga na towaliya” (sekali layar terkembang, pantang biduk balik ke pantai).
Selamat berlayar Korwil baru se Sanberna. “Walau badai silih berganti dalam hidupku, kutetap ikut Yesus selamanya.”
Salam sehat.
…
Jlitheng

