Yoh. 2: 13-22
“Sesungguhnya gedung gereja adalah rumah atau kenisah Tuhan di dunia. Maka setiap saat, ketika kita memasuki atau menggunakannya, sadarlah, bahwa kita adalah tamu yang harus menjaga kebersihan, berlaku sopan di dalamnya, dan menghormati aturan Sang Pemilik. Namun, faktanya, kadang kita bertindak tidak sopan di dalam rumah Tuhan tersebut.”
Pada pesta pemberkatan Gereja Basilik Lateran ini, pantaslah kita merenungkan perkataan Tuhan kepada para pedagang yang salah memanfaatkan Bait Suci: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku jadi tempat berjualan” (ayat 16).
Karena itu hari ini kita diingatkan, bahwa:
1) Sejauh manakah kita menyadari, bahwa gereja adalah rumah Tuhan yang di dalamnya Ia bersemayam?
2) Apakah setiap saat, ketika kita memasuki gereja, kita dapat merasakan dan membantu orang lain untuk merasakan kehadiran-Nya?
Akhirnya renungkan tantangan seorang Pendeta ini terhadap orang-orang Katolik: “Jika orang Katolik percaya, bahwa Yesus hadir di dalam Gereja, di dalam tabernakel, maka setiap kali kakimu melangkah memasuki pintu Gereja, pasti Anda akan berjalan dengan lutut menuju tempat dudukmu.”
…
Monsignor RD Inno Ngutra

