Bagian 119
| Red-Joss.com | Penghujatan, dalam konteks Katekismus Gereja Katolik, dipahami sebagai suatu tindakan yang tidak sopan dalam berbicara tentang Allah atau hal-hal yang sakral. Katekismus membahas konsep penghujatan terutama dalam kaitannya dengan Perintah Kedua, yang menekankan kesucian nama Allah dan penghormatan yang tepat diberikan kepadanya.
Menurut Katekismus, penghujatan adalah dosa besar, karena secara langsung bertentangan dengan rasa hormat dan kehormatan yang seharusnya diberikan kepada Allah. Katekismus menyatakan, bahwa “perintah kedua melarang penyalahgunaan nama Allah. Perintah ini mengharuskan kita untuk menunjukkan rasa hormat kepada Allah, kepada nama-Nya, dan kepada karya-karya-Nya” (KGK 2142). Hal ini mengindikasikan, bahwa penghujatan tidak hanya melibatkan penyalahgunaan nama Allah, tapi juga mencakup segala bentuk penghinaan terhadap Allah, atribut-atribut-Nya, dan tindakan-tindakan-Nya.
Lebih lanjut, Katekismus menguraikan keseriusan penghujatan dengan mencatat, bahwa hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap kebajikan agama, yang menyerukan hubungan yang benar dengan Allah yang ditandai dengan penyembahan dan penghormatan. Katekismus mengajarkan, bahwa “penghujatan adalah pelanggaran yang paling serius dari Perintah Kedua” (KGK 2148), dengan menyoroti signifikansinya dalam kerangka moral Gereja.
Selain itu, Katekismus membahas implikasi yang lebih luas dari penghujatan dalam hal konsekuensi sosialnya. Katekismus ini mencatat, bahwa bahasa yang menghujat dapat mengarah pada budaya tidak hormat dan tidak sopan yang dapat memiliki efek merugikan pada hubungan komunitas dengan yang Ilahi dan dengan satu sama lain. Katekismus menekankan perlunya orang-orang percaya untuk memupuk semangat penghormatan dan rasa hormat dalam perkataan dan tindakan mereka, karena hal ini mencerminkan hubungan mereka dengan Allah.
Singkatnya, penghujatan dianggap sebagai dosa yang serius dalam tradisi Katolik, karena hal ini melanggar rasa hormat kepada Allah dan dapat mengarah pada budaya tidak hormat yang lebih luas. Katekismus memberikan kerangka kerja yang jelas untuk memahami pentingnya dosa ini dalam kaitannya dengan ajaran moral Gereja.
…
Referensi:
Katekismus Gereja Katolik, paragraf 2142, 2148.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

