Fr. M. Christoforus, BHK
“Satu kata yang paling tidak penting : AKU.”
(Lew Shelke)
…
Aku dan Kamu Sama saja
Lewat tulisan inspiratif bermakna ini, Anda dan saya diajak agar kita hidup dalam kesadaran serta sikap tahu diri. Bahwa Anda dan saya tidaklah lebih penting daripada orang lain. Artinya, baik Anda dan saya, perlu tahu serta sadar diri, agar kita tidak hidup secara egois serta merasa diri yang paling penting!
Jika kita sangat sibuk dan giat untuk memelihara serta terus memupuk gairah egoisme maupun keangkuhan diri, sejatinya kita, bagaikan orang yang sedang sibuk memelihara seekor harimau lapar.
Pujian
Empat kata yang paling penting: saya bangga atas kamu.
Tiga kata yang paling penting: jika anda bersedia.
Dua kata yang paling penting: apa pendapatmu?
Dua kata yang paling penting: terima kasih.
Satu kata yang paling penting: kita.
Satu kata yang paling tidak penting: Aku.
(1500 Cerita Bermakna)
Virus Egoisme
Di mana-mana di atas bumi ini, kita akan menjumpai orang-orang dengan kepribadian yang tampil dengan sangat egois. Dirinya, selalu dianggapnya sebagai pribadi yang paling sentral atau pusat perhatian yang harus selalu didahulukan di dalam proses hidup ini.
Risikonya, bahwa dia akan sangat marah dan kecewa berat, jika ternyata dia diabaikan.
Ekses dalam Hidup
Barang siapa doyan meninabobokan dirinya sendiri dengan merasa, bahwa dirinya sebagai pribadi yang paling penting dan harus selalu diutamakan, maka sejatinya, dia ibarat orang yang sedang memelihara seekor harimau lapar.
Mengapa? Pada suatu saat kelak, pribadi itu akan bangkit dan dengan buas menerkam Anda dan saya.
Karena selama ini dengan tanpa sadar kita telah memeliharanya dengan cara memberikan peluang untuk menumbuhkan sifat, sikap angkuh dan tinggi hati di dalam dirinya.
Untuk itu, kita perlu cermat dan berhati-hati dalam proses mendidik serta mengasuh generasi muda kita.
Keteladanan serta Kerendahan Hati
‘Verba movent, exempla trahut,’ (keteladan lebih menggairahkan daripada khotbah). Demikian amanat agung dalam sebuah adagium Latin.
Tanamkan kesadaran di dalam diri mereka, bahwa semua manusia itu sama mulia dan semartabat di hadapan Tuhan pun sesama manusia.
Untuk itu, para orangtua dan kaum dewasa perlu memberikan contoh serta suri teladan handal, bagaimana cara mempraktikkan hidup ideal dalam bersikap.
“Aku datang untuk melayani dan bukan untuk dilayani.”
(Yesus Kristus)
…
Kediri,ย 7ย Novemberย 2024

