Bagian 116
| Red-Joss.com | Konsep kedengkian dalam konteks ajaran Katolik dapat dipahami melalui berbagai sudut pandang, termasuk teologi moral, dosa, dan hakikat tindakan manusia. Katekismus Gereja Katolik (KGK) memberikan wawasan tentang aspek-aspek ini, terutama dalam kaitannya dengan niat di balik tindakan dan bobot moral dari pilihan seorang.
Kedengkian dapat didefinisikan sebagai niat atau keinginan untuk melakukan kerusakan atau kejahatan, yang pada dasarnya berlawanan dengan keutamaan cinta kasih dan kebaikan moral. Katekismus membahas sifat dosa dan pentingnya niat dalam tindakan moral. Sebagai contoh, Katekismus ini menyatakan, bahwa “niat yang baik tidak membuat perilaku yang secara intrinsik tidak teratur jadi baik atau adil” (KGK 1755).
Hal ini menyoroti, bahwa kebencian dapat berada di dalam niat di balik suatu tindakan, terlepas dari penampilan luar tindakan tersebut.
Lebih jauh lagi, Katekismus menguraikan tentang beratnya dosa, dengan mencatat, bahwa “ada beberapa jenis dosa” (KGKB 1852). Dosa berat, misalnya, dicirikan oleh suatu hal yang serius, pengetahuan penuh, dan persetujuan yang disengaja, serta dapat dilihat sebagai sebuah manifestasi dari kejahatan, ketika seorang memilih untuk bertindak melawan hukum Allah dengan kesadaran dan niat penuh. Katekismus menegaskan, “Dosa berat adalah sebuah kemungkinan radikal dari kebebasan manusia, seperti halnya kasih itu sendiri” (KGKB 1861), yang mengindikasikan, bahwa kedengkian berakar pada penyalahgunaan kehendak bebas.
Selain itu, Katekismus membahas konsep hati, di mana kedengkian dapat berasal. Katekismus ini mengajarkan, bahwa “hati adalah pusat kepribadian moral” (KGK 2563), yang menunjukkan, bahwa kedengkian bukan hanya tindakan eksternal, tapi juga disposisi internal yang dapat mengarah pada tindakan berdosa.
Singkatnya, kebencian dalam ajaran Katolik terkait erat dengan niat di balik tindakan, sifat dosa, dan tanggung jawab moral individu. Katekismus menekankan pentingnya memahami motivasi internal yang mengarah pada perilaku berdosa dan implikasi serius dari memilih untuk bertindak dengan kebencian.
Untuk referensi lebih lanjut, paragraf-paragraf yang relevan dari Katekismus Gereja Katolik meliputi:
- KGK 1755 (tentang moralitas tindakan)
- KGK 1852 (tentang berbagai jenis dosa)
- KGK 1861 (tentang dosa berat)
- KGK 2563 (tentang hati dan kepribadian moral).
Rm. Petrus Santoso SCJ

