| Red-Joss.com | Kalau rezeki itu datang, karena kerja keras, seharusnya orang yang paling kaya adalah kuli bangunan. Kalau rezeki itu datang, karena banyaknya waktu kerja, seharusnya warung-warung kopi yang buka 24 jam itu bisa mengalahkan McDonald dan KFC. Kalau rezeki itu, karena kepintaran, seharusnya dosen dan guru itu yang kaya. Kalau rezeki datang, karena pangkat seharusnya Presiden dan Raja berada di urutan pertama dari 100 orang terkaya di dunia. Rezeki itu datang, karena kasih sayang Tuhan. Mengejar rezeki, bukan mengejar jumlahnya, tapi kejarlah berkahnya.
Bukalah pintu rezeki itu dengan doa. Doa membuat yang ‘impossible’ jadi ‘posible’. Yang tidak mungkin itu jadi mungkin. Doa itu tidak untuk menghilangkan kegagalan dan cobaan, tapi berdoa itu membuat kita kuat untuk melangkah, meski banyak masalah.
Bukalah pintu rezeki dengan syukur dan bahagia. Kurangi keluhan dengan syukur. Lawan keraguan dengan kebahagiaan. Syukur akan melahirkan bahagia, dan bahagia akan membuat hidup cukup, tidak lebih dan tidak kurang. Selalu ada, dan dicukupkan.
Buka pintu rezeki itu dengan ikhlas berbagi. Menerima itu berkah, memberi itu anugerah. Kita tidak akan jadi miskin dengan memberi. Tidak akan kurang dengan berbagai. Tuhan ikhlas memberi. Dia tulus membagi berkat, biarlah berkat yang gratis kita terima itu, jadi berkat untuk sesama.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

