Bagian 108
| Red-Joss.com | Konsep keserakahan, yang sering dipahami sebagai keinginan yang berlebihan akan kekayaan atau harta benda, dibahas dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK). Keserakahan berkaitan erat dengan dosa ketamakan, yang merupakan salah satu dari tujuh kejahatan utama. Katekismus menguraikan sifat keserakahan dan implikasi moralnya.
- Definisi dan Sifat Ketamakan: Katekismus mendefinisikan ketamakan sebagai kecintaan yang berlebihan untuk memiliki, yang dapat menyebabkan pengabaian terhadap kebutuhan orang lain dan distorsi terhadap prioritas seseorang. Katekismus menyatakan, “Ketamakan adalah keinginan akan kekayaan dan harta benda yang tidak diperintahkan untuk kebaikan orang lain” (KGK 2536). Hal ini menyoroti, bahwa dosa ketamakan tidak hanya tentang akumulasi kekayaan, tetapi juga tentang niat di balik keinginan tersebut.
- Ketamakan dan Perintah Kedelapan: Katekismus menghubungkan ketamakan dengan hukum moral, khususnya Perintah Kedelapan yang menyerukan kejujuran dan integritas dalam hubungan kita dengan orang lain. Ketamakan dapat menuntun orang untuk berbohong, menipu, atau mencuri untuk mendapatkan lebih banyak kekayaan, sehingga melanggar perintah ini (KGKB 2401).
- Implikasi Sosial dari Keserakahan: Katekismus juga membahas konsekuensi sosial dari keserakahan, yang mengindikasikan, bahwa keserakahan dapat menyebabkan ketidakadilan sosial dan kesenjangan ekonomi. Cinta akan uang dapat mengakibatkan eksploitasi terhadap orang lain dan pengabaian terhadap kebaikan bersama (KGK 2424). Hal ini menggarisbawahi gagasan, bahwa sifat-sifat buruk pribadi seperti keserakahan memiliki konsekuensi sosial yang lebih luas.
- Konsekuensi-konsekuensi Rohani: Lebih jauh lagi, Katekismus menekankan, bahwa keserakahan dapat menghalangi hubungan orang dengan Allah. Katekismus ini menyatakan, “Keinginan akan kekayaan dapat menjauhkan orang dari Allah, karena kekayaan dapat menjadi berhala yang lebih diutamakan daripada kasih Ilahi” (KGKB 2113). Hal ini mencerminkan ajaran Alkitab, bahwa orang itu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan uang (Matius 6:24).
- Kebajikan Kemurahan Hati: Berlawanan dengan keserakahan, Katekismus mendorong pengembangan kebajikan seperti kemurahan hati dan derma. Katekismus mengajarkan, bahwa kepuasan sejati tidak datang dari akumulasi kekayaan materi, tapi dari berbagi dan melayani orang lain (KGK 2446). Hal ini selaras dengan panggilan Kristiani untuk mengasihi sesama dan memprioritaskan kebutuhan orang lain di atas kepentingan pribadi.
Singkatnya, Katekismus Gereja Katolik menyajikan pandangan yang komprehensif tentang keserakahan dan ketamakan, dengan menekankan dimensi moral, sosial, dan spiritual. Katekismus ini menyerukan penolakan terhadap sifat-sifat buruk ini demi kehidupan yang ditandai dengan kemurahan hati dan cinta kasih kepada orang lain.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

