“I’am exhausted, but my heart is full.” – Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Di depan pintu gerbang Pastoran berdiri seorang pelajar SD. Saat ditanya, “Kenapa lesu, Dik?”
“Capek sekolah, Om,” sahutnya.
Kadang belajar itu capek, tapi diremehkan orang lain. Bekerja, rebahan seharian, atau olahraga itu capek. Menjaga pola makan juga capek. Dibully dan dihina, karena obesitas itu juga capek. Begitu pula berjuang untuk mencapai mimpi itu capek. Tapi penyesalan, karena kita tidak pernah mencoba itu pasti membuat hati kita jadi capek.
Sejatinya, capek mana yang hendak dipilih. Capek yang membuat kita berkembang, atau capek yang membuat kita diam di tempat.
Capek untuk pengembangan diri itu sebentar, tapi bahagia. Capeknya olahraga atau kerja misalnya, bikin kita bahagia, puas, dan badan jadi terasa segar. Belum lagi soal manfaat kesehatan jangka panjang. Sedang tidak olahraga itu nantinya juga akan capek. Kota capek terus-terusan, karena sakit penyakit. Capek harus bolak-balik ke dokter dan gajinya terus-terusan untuk berobat.
Pilih dan putuskan, capek mana yang akan dipilih. Capek, tapi bikin kita bertumbuh, berkembang, dan menghasilkan buah. Atau capek yang membuat kita kerdil.
Meski capek, teruslah berjuang dan berkembang!
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj

