| Red-Joss.com | Di tengah keramaian dan terik panas kehidupan sehari-hari, terasa suara rindu yang meluap dari hati nurani rakyat.
Rindu pada sosok pemimpin yang pernah mengayuh sepeda bersama mereka, menebar semangat dan kebersamaan serta kasih persaudaraan sebangsa setanah air di setiap sudut tanah air.
Bayangan senyumnya mengingatkan kita akan hari-hari penuh ceria, ketika beliau berbagi sepeda kepada anak-anak.
Kini, harapan itu kembali tumbuh, saat kita berharap dari pemimpin yang baru dilantik pagi ini, 20 Oktober 2024 dengan sesuatu yang lebih bermakna: Makanan Bergizi Gratis untuk anak negeri yang masih jauh dari makanan bergizi.
Kepemimpinan teladan adalah kunci untuk menciptakan perubahan. Pemimpin yang berintegritas dan teguh pada nilai-nilai moral yang tinggi.
Mereka jadi contoh bagi yang lain, menunjukkan, bahwa pemimpin bukan hanya tentang kekuasaan, tapi juga tanggung jawab terhadap rakyat, umat, di atas kepentingan diri dan yang memujinya.
Pepatah “Ikan jadi busuk dari kepalanya” mengingatkan kita, bahwa jika pemimpin tidak bersih, maka seluruh sistem akan terpengaruh.
Cicero, seorang filsuf Romawi, pencetus ide itu mengatakan “Untuk menghindari membusuknya seluruh tubuh ikan itu, maka kepalanya harus dipotong” ujarnya lagi. “Kebusukan itu dimulai dari puncak.”
Dengan pernyataan hampir senada, Yesus pada hari ini berseru: “Yang akan jadi pemimpin itu harus melayani atau mengabdi.” Kalau tak mau mengabdi, seperti ikan, akan membusukkan seluruh tubuh (lahir dan batin).
Dari ‘sepeda’ (dekat dgn rakyat) ke ‘meja makan untuk makan gratis’ (menyentuh hajat dasar hidup manusia), bukan hanya pemanis transisi pemimpin hari ini, tapi air segar yang menetes di hari-hari terik yang masih harus dijalani, terutama oleh wong cilik. Semoga!
Salam sehat.
…
Jlitheng

