Bagian 102
| Red-Joss.com | Irenaeus dari Lyons (sekitar 130-202 M) adalah seorang tokoh penting dalam sejarah Kristen mula-mula, yang dikenal terutama, karena perannya sebagai seorang teolog dan Uskup. Tulisan-tulisannya, terutama karyanya “Melawan Ajaran Sesat,” sangat penting untuk memahami perkembangan doktrin Kristen mula-mula dan pembelaan iman terhadap kepercayaan Gnostik. Meskipun Katekismus Gereja Katolik (KGK) tidak memberikan pembahasan yang ekstensif mengenai Santo Irenaeus, namun Katekismus ini merujuk pada kontribusinya terhadap pemahaman Gereja mengenai iman dan tradisi.
- Pembelaan terhadap Iman: Irenaeus terkenal, karena pembelaannya yang kuat terhadap Kekristenan ortodoks melawan Gnostisisme, sebuah gerakan sesat yang mengklaim pengetahuan rahasia dan sering kali menolak dunia material sebagai sesuatu yang jahat. Dalam “Melawan Bidat,” Irenaeus berargumen tentang pentingnya tradisi rasuli dan otoritas para Uskup sebagai penerus para Rasul. Katekismus mengakui pentingnya tradisi dalam pewarisan iman (KGK 83-84), yang mencerminkan penekanan Irenaeus pada kesinambungan pengajaran dari para Rasul melalui para penerusnya.
- Tradisi Apostolik: Irenaeus menekankan pentingnya ajaran-ajaran yang diwariskan oleh para Rasul, yang diyakini telah dilestarikan di dalam Gereja. Ia berpendapat, bahwa iman yang benar dapat dikenali melalui kesinambungan pengajaran di dalam Gereja, khususnya melalui para Uskup.
Katekismus menyatakan, bahwa Gereja, dibimbing oleh Roh Kudus, melestarikan dan menafsirkan tradisi apostolik (KGK 77). Prinsip ini berakar pada karya-karya para teolog awal seperti Irenaeus.
- Kristologi: Irenaeus berkontribusi pada pengembangan pemahaman Kristologis, khususnya dalam menegaskan kemanusiaan dan keilahian Kristus secara penuh. Ia menentang pandangan Gnostik yang menyangkal inkarnasi Kristus yang sesungguhnya.
Katekismus mengajarkan, bahwa Yesus Kristus adalah sepenuhnya Ilahi dan sepenuhnya manusiawi, sebuah doktrin yang diklarifikasi dan dipertahankan oleh para teolog awal, termasuk Irenaeus (KGK 464-469).
- Sejarah Keselamatan: Irenaeus mengartikulasikan sebuah visi tentang sejarah keselamatan yang menekankan kebaikan ciptaan dan karya penebusan Kristus. Ia memandang inkarnasi sebagai sebuah momen yang sangat penting dalam rencana Allah bagi umat manusia. Katekismus mencerminkan pemahaman ini dengan menegaskan, bahwa Allah menciptakan dunia ini dengan baik dan Inkarnasi adalah pusat dari iman Kristen (KGK 299, 456).
- Kesatuan Gereja: Irenaeus menekankan kesatuan Gereja sebagai Tubuh Kristus yang sangat penting untuk menjaga keutuhan iman. Ia berargumen, bahwa Gereja melalui para Uskupnya berfungsi sebagai penjaga kebenaran yang diwariskan oleh para Rasul. Katekismus menekankan pentingnya Gereja sebagai komunitas orang-orang percaya yang dipersatukan dalam iman (KGK 751-752).
- Peran Roh Kudus: Irenaeus mengakui peran aktif Roh Kudus dalam membimbing Gereja dan para anggotanya dalam memahami dan menghidupi iman. Katekismus mengajarkan, bahwa Roh Kudus adalah sumber inspirasi bagi Kitab Suci dan kekuatan penuntun bagi Gereja (KGK 687-688).
Irenaeus dari Lyons adalah seorang tokoh pendiri Gereja awal, yang dikenal, karena pembelaannya terhadap Kekristenan ortodoks dan penekanannya pada tradisi apostolik, kesatuan Gereja, dan pentingnya inkarnasi. Meskipun Katekismus Gereja Katolik tidak memberikan catatan lengkap tentang kehidupan dan karyanya, Katekismus ini mencerminkan banyak prinsip teologis yang diperjuangkannya, terutama mengenai transmisi iman dan sifat Kristus. Referensi utama yang berkaitan dengan Santo Irenaeus dapat ditemukan dalam KGK paragraf 77, 83-84, 464-469, 299, dan 751-752, yang secara bersama-sama menggarisbawahi pengaruhnya terhadap pemikiran dan doktrin Kristen awal.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

