“Hidup ini singkat. Ibaratnya kita beranjak dari satu titik menuju titik berikutnya untuk dimaknai.” – Mas Redjo
…
| Red-Joss.com | Begitu pula yang saya jalani, ketika pagi ini mengantar istri, menantu perempuan, dan beberapa Ibu lingkungan naik kereta api dari stasiun Sudimara menuju Rangkas Bitung untuk berziarah ke Gua Maria Bukit Kanada.
Apa yang kita lakukan sepanjang jalan dari rumah ke tujuan?
Semua itu sepenuhnya bergantung pada pilihan kita untuk menjalani dan memutuskannya.
Maksud dan tujuan yang jelas serta pasti itu yang membuat saya sadar diri untuk memaknainya.
Peziarahan hidup ini ibarat kita ke Gereja untuk mengikuti Misa Kudus.
Kita sadar diri, karena panggilan suci dan anugerah Tuhan yang harus dimaknai.
Sadar diri yang menuntun kita untuk menyiapkan hati dan jiwa ini guna menyambut-Nya.
Saat hening yang menuntun kita untuk berintimasi dengan Sang Pencipta.
Begitu pula saat di kereta. Pikiran dan hati ini harus terarah dan fokus untuk memaknai perjalan.

Sadar diri untuk kendalikan pikiran menuju saat hening. Kita membuka hati untuk berintimasi dengan-Nya lewat kontemplasi salib. Memaknai jalinan kasih dengan sesama dan Sang Pencipta agar kita makin memaknai tugas perutusan-Nya di dunia.
Hiruk pikuk suasana dalam kereta itu tidak mengusikku untuk mencumbui-Nya dengan mesra dan penuh cinta.
Tuntaskan rindu jiwa ke pusaran kasih-Nya.
…
Mas Redjo


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.