| Red-Joss.com | Keadilan Tuhan dalam menyelamatkan manusia terungkap secara khas dalam hidup setiap pribadi. Ada yang luar biasa, misalnya terlepas dari bahaya maut. Atau lewat peristiwa hidup biasa, seperti tergugah melihat derita orang lain. Semuanya adalah cara Tuhan memanggil kita untuk bersedia jadi jala kemuliaan-Nya, seirama kondisi dan kesanggupan kita . Misal ber-Novena, karena tergerak melihat putri sahabat yang menderita.
Betapa mengagumkan kesabaran, pengertian, dan penerimaan Tuhan atas kita. Dengan kuasa Maha Hebat dan Maha Cerdas ini, Tuhan membentuk dan mau mengubah kita. Kemurahan Tuhan yang tidak boleh disia-siakan. Tuhan menanti, menerima, dan mengampuni kita, lalu membentuk kita. Yeremia 18:4, “Apabila bejana yang dibentuk-Nya itu rusak atau gagal, dibentuk-Nya kembali jadi bejana yang lain.”
Selagi kita masih memiliki kesempatan untuk dibentuk dan diproses, marilah kita mau jadi jala bagi kemuliaan-Nya.
Sebelum beristirahat, Tuhan ingin kita berseru lagi: “Aku mau” jadi jala kemuliaan-Mu di dunia ini. Jadi irama yang tetap, ajeg, dan permanen. Natural, bukan dibuat-buat. Hal ini untuk kita bawa di kekekalan.
“Walau badai silih berganti dalam hidupku, aku akan ajeg jadi jala-Mu.”
Salam sehat dan bahagia.
…
Jlitheng

