Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.”
(Nabi Yesaya 49: 16)
…
Hidup orang beriman sejati, sepantasnya tidak pernah luput untuk menyebut dan mengunyah nama Tuhan di dalam segenap ruang hidupnya.
Ilustrasi Doa si Sibuk
Suatu ketika, seorang yang supersibuk sempat berdoa di saat mengalami musibah yang baginya, seolah-olah dunia dan isinya ini sudah tak ada apa-apanya lagi.
Karena merasa hidupnya sudah tidak berguna!
Inilah untaian doa si supersibuk yang total sehari 24 jam penuh berkantor di ponselnya!
Tuhanku, kini HP ku sudah hancur dibanting gempa. Semua nomor kontak sirna. Tapi beruntung Tuhan, karena satu-satunya yang tersisa hanyalah nomor-Mu! Amin.
Tuhan berseloroh, “Itu pun satu-satunya nomor yang tidak pernah kau sapa!โ
Bukankah Tuhan Maha Tahu? Dia tahu, bahwa kita telah bersikap tidak adil dan tidak acuh kepada-Nya.
Tabernakel Baru
Sungguh kita yang adalah makhluk ciptaan termulia ini tidak tahu dan tak sadar diri.
Karena ternyata kita telah menciptakan tabernakel baru. Bahkan dalam dua puluh empat jam penuh berada di dalam ingatan serta kesadaran kita, bukan?
Itulah media HP yang telah dijadikan sebagai sembahan baru. Bahkan hingga kita akhirnya lupa untuk mengontak Tuhan.
Makhluk yang Lupa Diri
Bukankah kita pun telah dianugerahi berkat berlimpah sebagai makhluk ciptaan yang berakal budi dan bernaluri sempurna? Bukankah kita tercipta segambar dan serupa diri Tuhan?
Nabi Yesaya bahkan telah bersaksi, bahwa sejatinya, sejak awal mula Tuhan telah melukiskan nama kita di dalam telapak tangan-Nya? Bahkan kita seolah dipagari di dalam ruang mata Tuhan. Artinya, kita ini berada dan nyaman di dalam pemeliharaan-Nya.
Dambaan Kelak
Semoga lewat refleksi amanat ini, kita kembali disadarkan untuk selalu menomorsatukan Tuhan di dalam segenap ruang sadar hidup kita.
Itulah dambaan paling ideal yang perlu dibangunkan kembali dari tidur panjang kita sebagai dampak dininabobokan media sosial belaka.
Tuhan, semoga kami hanya menyebut nama-Mu, saat digoncang badai hidup.
…
Kediri,ย 20ย Oktoberย 2024

