Bagian 99
| Red-Joss.com | Tomas sang Rasul sering disebut sebagai ‘Tomas yang Ragu-ragu’. Dia seorang tokoh penting dalam Perjanjian Baru, dikenal terutama, karena keraguan awalnya mengenai kebangkitan Yesus. Meskipun Katekismus Gereja Katolik tidak memberikan biografi yang luas atau risalah teologis yang terperinci secara khusus tentang Santo Tomas, tapi Katekismus ini membahas peran dan signifikansinya dalam konteks iman dan kebangkitan.
- Peran sebagai seorang Rasul: Tomas adalah salah satu dari dua belas Rasul yang dipilih oleh Yesus untuk jadi bagian dari lingkaran dalam-Nya. Katekismus menekankan pentingnya para Rasul dalam fondasi Gereja, karena mereka adalah saksi-saksi dari kehidupan, kematian dan kebangkitan Kristus (KGK 857). Dimasukkannya Tomas ke dalam kelompok para Rasul menggarisbawahi keragaman latar belakang dan kepribadian yang berkontribusi pada Gereja mula-mula.
- Peristiwa Keraguan: Salah satu peristiwa yang paling terkenal yang melibatkan Tomas adalah reaksinya terhadap berita kebangkitan. Menurut Injil Yohanes, setelah kebangkitan, Tomas tidak hadir, ketika Yesus pertama kali menampakkan diri kepada para Rasul lainnya. Mereka memberitahu kepadanya tentang kebangkitan, dia secara terkenal menyatakan, bahwa dia tidak akan percaya kecuali dia dapat melihat dan menyentuh luka-luka Yesus (Yohanes 20:24-25). Momen ini sangat penting, karena menggambarkan pergumulan iman yang dialami oleh banyak orang percaya. Katekismus mengakui pentingnya iman kepada kebangkitan sebagai prinsip utama kepercayaan Kristen (KGK 638).
- Perjumpaan dengan Kristus yang Bangkit: Katekismus juga menyoroti momen, ketika Yesus menampakkan diri kepada Tomas dan mengundangnya untuk menjamah luka-lukanya, yang membuat Tomas berseru, “Tuhanku dan Allahku!” (Yohanes 20: 28). Pernyataan ini sangat dalam, karena mengakui keilahian Kristus dan berfungsi sebagai penegasan iman yang kuat. Katekismus merefleksikan perjumpaan ini, dengan mencatat, bahwa hal ini mencontohkan hubungan antara iman dan keraguan, dan bagaimana Yesus bertemu dengan individu-individu dalam pergumulan mereka (KGK 158).
- Model Iman: Perjalanan St. Thomas dari keraguan ke iman berfungsi sebagai model bagi banyak orang Kristen. Katekismus menunjukkan, bahwa iman adalah karunia dari Tuhan, dan sering melibatkan proses pertumbuhan dan pemahaman (CCC 153). Keyakinan akhirnya Tomas, setelah bertemu dengan Kristus yang bangkit menekankan, bahwa iman dapat muncul dari keraguan, dan Tuhan sabar dengan mereka yang mencari pengertian.
- Warisan dan Misi: Menurut tradisi, St. Thomas diyakini telah melakukan perjalanan ke India untuk menyebarkan Injil, di mana ia dihormati sebagai Santo Pelindung India. Sementara Katekismus tidak menguraikan secara ekstensif tentang pekerjaan misionarisnya. Katekismus mengakui panggilan universal untuk evangelisasi yang dianut oleh semua Rasul, termasuk Tomas, (CCC 849).
Singkatnya, meskipun Katekismus Gereja Katolik tidak memberikan penjelasan lengkap tentang Rasul St. Tomas, ia mengakui perannya sebagai tokoh penting dalam Gereja mula-mula, perjuangannya dengan keraguan, dan penegasan iman pada akhirnya kepada Kristus yang bangkit. Referensi kunci yang terkait dengan St. Thomas dapat ditemukan dalam CCC paragraf 857, 638, 158, dan 849, yang secara kolektif menyoroti pentingnya dia dalam konteks iman, keraguan, dan misi Gereja. Untuk pemahaman yang lebih dalam tentang kehidupan dan kontribusi St. Thomas, seseorang dapat merujuk pada Injil Yohanes dan tradisi seputar karya kerasulannya.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ

