Bagian 98
| Red-Joss.com | Yohanes Rasul juga dikenal sebagai Yohanes Penginjil. Ia adalah seorang tokoh penting dalam Perjanjian Baru dan tradisi Kristen mula-mula. Kontribusinya meliputi Injil Yohanes, tiga Surat Yohanes, dan Kitab Wahyu, menjadikannya sebagai penulis paling berpengaruh dalam kanon Perjanjian Baru. Meskipun Katekismus Gereja Katolik (KGK) tidak memberikan biografi lengkap tentang Yohanes, namun Katekismus memberikan referensi tentang tema dan ajaran yang terkait dengannya.
- Dasar Kerasulan: Yohanes diakui sebagai salah satu dari Dua Belas Rasul yang dipilih oleh Yesus Kristus. Katekismus menekankan peran para Rasul dalam fondasi Gereja. Menurut KGK 857, Gereja dibangun di atas fondasi para Rasul, dengan Kristus sebagai batu penjuru. Hal ini menggarisbawahi pentingnya kesaksian kerasulan Yohanes dan perannya dalam menyebarkan Injil.
- Kontribusi Teologis: Tulisan-tulisan Yohanes, khususnya Injil Yohanes, kaya akan refleksi teologis. Katekismus menyoroti pentingnya Inkarnasi, sebuah tema sentral dalam Injil Yohanes. KGK 461 menyatakan, “Firman telah menjadi manusia untuk jadi teladan kekudusan kita,” yang selaras dengan gambaran Yohanes tentang Yesus sebagai Firman Ilahi (Logos) yang telah jadi manusia (Yohanes 1:14). Pemahaman yang mendalam tentang natur Kristus ini merupakan dasar dari teologi Katolik.
- Kasih sebagai Perintah Utama: Dalam surat-suratnya, Yohanes menekankan perintah kasih sebagai inti dari kehidupan Kristen. Katekismus mencerminkan ajaran ini dalam KGK 1823, yang menyatakan, bahwa “perintah kasih adalah fondasi kehidupan moral.” Desakan Yohanes tentang kasih sebagai karakteristik yang menentukan dari pemuridan (1 Yohanes 4: 7-21) selaras dengan pemahaman Gereja tentang keharusan moral Kristen.
- Kesaksian tentang Kebangkitan: Yohanes sering digambarkan sebagai murid yang dikasihi dan memiliki hubungan dekat dengan Yesus. Kehadirannya pada saat Penyaliban dan perannya dalam menyaksikan Kebangkitan sangatlah penting. Katekismus menegaskan pentingnya Kebangkitan dalam KGK 638, yang menyatakan bahwa itu adalah dasar dari pengharapan Kristen. Kesaksian Yohanes tentang peristiwa-peristiwa ini sangat penting bagi pewartaan Kebangkitan oleh Gereja mula-mula.
- Visi Eskatologis: Kitab Wahyu, yang dinisbatkan kepada Yohanes, menyajikan sebuah visi tentang akhir zaman dan kemenangan akhir Kristus. Katekismus membahas eskatologi dalam KGK 668, membahas Kedatangan Kristus yang Kedua dan penggenapan Kerajaan Allah. Tulisan-tulisan apokaliptik Yohanes berkontribusi pada pemahaman Gereja akan pengharapan dan takdir akhir umat manusia.
Singkatnya, Yohanes Rasul adalah seorang tokoh penting dalam Perjanjian Baru yang kontribusi teologisnya, penekanannya pada kasih, dan kesaksiannya akan kehidupan Kristus merupakan bagian integral dari ajaran Katolik. Meskipun Katekismus tidak memberikan biografi yang terperinci, Katekismus ini merujuk pada tema-tema utama yang terkait dengan tulisan-tulisan Yohanes dan perannya dalam Gereja mula-mula. Untuk penjelajahan lebih lanjut mengenai tema-tema ini, Anda dapat merujuk pada KGK 857, 461, 1823, 638, dan 668.
Rm. Petrus Santoso SCJ

