Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Jika anjingmu mulai menggonggong padamu, pastikan kawan, bahwa sudah ada orang lain yang memberinya makan.”
(Amanat Hidup Sejati)
…
Dialog Fiktif Imajinatif
Ada seekor anjing pemburu yang sedang gencar mengejar seekor rusa. Sang rusa cerdas itu berpaling kepada anjing itu sambil berkata, “Anda tak akan dapat menangkap saya.”
“Mengapa?” tantang anjing.
“Karena saya berlari demi dan atas nama diriku. Sedangkan Anda, berlari untuk dan atas nama Tuanmu, bukan?”
(Dari berbagai Sumber)
Untuk sementara saya menarasikan, bahwa “Dia yang berlari untuk dan demi dirinya sendiri adalah si rusa, sedangkan dia yang berlari demi Tuannya adalah si anjing.”
Antara si Anjing dan si Rusa, serta antara si Budak dan si Merdeka
Semoga roh sejati dari spirit pertanyaan kritis retoris ini dapat menggema, menggores, dan menukik ke dalam sanubari Anda.
Apakah Anda sejatinya adalah seekor rusa ataukah anjing?
Apa Tujuan Akhir Hidup Manusia?
“Sudah berapa banyak kini anjing-anjing pemburu bayaran yang berlari kepada Tuan mereka akhir-akhir ini?”
Sejatinya relasi antara si anjing dan si rusa dalam kisah fiktif imajinatif ini, memang ada, terjadi, dan juga terjelma di dalam relasi riil hidup sosial antar kita.
Tidak sedikit di antara kita yang dengan gampang dan cerobohnya, justru dengan enteng mau mengambil peran konyol sebagai si anjing pemburu ini.
Sebaliknya, ada juga walau tidak banyak yang justru ikhlas mengambil peran sebagai seekor rusa.
Mental sang Budak dan sang Merdeka
“Anjing menggonggong, kafilah pun berlalu.”
Ada pun anjing di dalam konteks kiasan ini, mau menyimbolkan pribadi manusia yang doyan untuk diperbudak dan diperalat demi kepentingan pihak lain.
Sedangkan kafilah, menyimbolkan manusia yang berkarakter mulia. Manusia yang memiliki kemantapan dan tujuan hidup yang terarah serta sesuai dengan cita-cita luhurnya sendiri.
Inilah model manusia berkarakter mulia yang tidak gampang terusik oleh gangguan dan tawaran murahan untuk mengkhianati kesejatian hidup ini. Maka, dia teguh berpendirian, karena hidupnya memang tanpa beban.
Hidup tanpa Beban
Mengapa dia hidup tanpa beban? Karena visi dan misi hidup yang diusung serta diembannya adalah program hidupnya sendiri dan bukan program titipan atau pesanan dari pihak lain.
Adalah riil, bahwa manusia bertipe kafilah atau rusa ini, hidup dan perjuangannya hanya atas dasar rencana serta niat-niat pribadi dan bukan atas titipan atau suruhan pihak lain demi sesuap nasi bungkus, misalnya.
Kini, Anda berada di pihak mana?
…
Kediri,ย 16ย Oktoberย 2024

