Selasa, 15 Oktober 2024
Oleh Romo Agus CSsR
Orang farisi dalam praktek keagamaan selalu menekankan pada pelaksanaan hukum dan aturan. Akibatnya adalah bahwa mereka jatuh ke dalam sikap ekstrim menghakimi orang lain yang dianggap tidak melaksanakan aturan keagamaan. Salah satu contoh adalah aturan tentang mencuci tangan sebelum makan. Yesus yang tidak mencuci tangan dianggap najis oleh mereka. Yesus menggunakan kesempatan ini untuk mengajar bahwa menekankan aturan lahiriah atau bungkusnya atau kemasannya saja akan membawa orang pada sikap ekstrim mudah menghakimi.
Yesus memperlihatkan bahwa justru yang paling utama adalah kebersihan hati atau isinya. Bukan maksud Yesus melawan aturan lahiriah tetapi Yesus mengingatkan bahwa yang paling utama adalah sikap batin (isi) bukan yang lagiriah ( bungkusnya). Orang bisa jatuh dalam kemunafikan manakala mementingkan yang lahiriah daripada yang batiniah. Utamakan isinya namun tetaplah rawat bungkusnya. Jangan dibalik.
Simak dalam renungan harian katolik hari ini @RomoAgusCSsR dengan tema: HIDUP BERAGAMA JANGAN TERJEBAK PADA TAMPILAN LAHIRIAH
#romoaguscssr
#renunganharian
#renunganhariankatolik
#renunganhariankatolikhariini
#renungankatolik
#renungankatolikhariini
#renungankatolikpagi
#utamakanisinyarawatlahbungkusnya
#hidupberagamajanganterjebakdalamtampilanlahiriah
#kemasandanisi
#kemasan
#antarakemasandanisi
#utamakanisinya

