Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Guru sejati akan bersikap dan berharap serba arif, tidak ada kutukan serta cercaan pun umpatan. Siang dan malam mengalir dari sumur sanubarinya kerinduan akan masa depan terbaik bagi sang murid.”
(Sepotong Doa sang Guru)
…
| Red-Joss.com | Jika sungguh dicerna dan direnungkan saksama, judul tulisan “Kerinduan Sang Guru” ini justru merupakan seutas doa dan harapan tulus seorang Guru untuk masa depan para muridnya.
Puisi Kerinduan itu
Kerinduanku
pada puncak-puncak gemunung menjulang megah,
pada dedaunan serta ranting lebat berbuah
juga pada sebentang jalan luas terbentang
ya
agar muridku kelak mencapai keluhuran budi
Dan,
kerinduanku ini telah kusemat mesra dalam dada muda mereka
Muridku,
semoga kerinduanku ini jadi kerinduanmu juga
(Pada Sepotong Catatan)
Relasi Unik Guru – Murid
Relasi harmonis antar Guru – Murid adalah sebuah relasi unik dan kaya makna. Bagaimana tidak. Seorang Guru, sejatinya tidak saja berperan sebagai penebar ilmu pengetahuan, tapi juga sekaligus sebagai sahabat dan orangtua bagi para murid.
Sosok Guru ideal sesungguhnya juga sekaligus sebagai pendoa dan sang nabi pembawa kebenaran yang sangat mengagumkan para muridnya, jika Guru itu benar-benar menerapkan peran mulianya selaku Guru sejati.
Adagium Luhur
“Verbal movent, exempla trahunt” (Kata-kata itu dapat menggerakkan, namun suri teladan lebih memikat hati).
Bertolak dari makna sejati dari adagium agung yang mendeskripsikan, bahwa sejatinya, suri teladan Guru itu justru lebih dibutuhkan oleh para murid daripada ucapannya.
Realitas Arah Pendidikan Kita
Bagaimana realitas dan dinamika dari sistem serta cara pendekatan dari proses pendidikan kita kini?
Aspek apa yang justru sangat mendominasi sistem pendidikan kita? Apakah pada aspek ilmu pengetahuan semata yang akan bermuara pada pembentukan akal budi, ataukah lebih pada aspek etika serta moral, sebagai pembentuk kepribadian serta ketakter murid?
Dari zaman ke zaman serta dari kurikulum ke kurikulum, faktanya, bahwa proses serta โout putโ pendidikan kita itu sama saja. Seolah hanya berada di tempat. Bahkan terkesan para โout putโ kita masih sangat terasing dengan dunianya.
Semoga, doa-doa dan kerinduan para Guru sejati dapat terwujud dalam diri serta kepribadian tamatan kita kelak.
Maka, sungguh benar dan mendasar, bahwa aspek kesuriteladanan dari Guru, justru jadi faktor utama serta terbaik bagi para murid.
Bukankah hanya lewat proses pendidikan sejati, maka para murid pun akan dibentuk jadi seorang manusia sejati?
…
Kediri,ย 13ย Oktoberย 2024

